29 October 2026

Get In Touch

Anggota DPRD: Daya Beli Masyarakat Melemah, Pelaku UMKM Semakin Tertekan

Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery.
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery.

PALANGKA RAYA  (Lentera) - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) saat ini menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya operasional di tengah melemahnya daya beli masyarakat. Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, mengatakan melemahnya daya beli masyarakat berdampak pada operasional yang tinggi, pendapatan berkurang, margin yang menipis, sehingga pelaku UMKM banyak yang mengalami kesulitan dan tertekan.

"Kenaikan harga kebutuhan pokok juga turut memengaruhi biaya usaha sehingga pelaku UMKM harus mengeluarkan modal lebih besar untuk mencukupi kebutuhan operasional," papar Khemal, Kamis (29/10/2026).

Sementara itu, kondisi ekonomi masyarakat yang tengah melemah membuat konsumen lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya, yang berefek pada penjualan pelaku usaha yang ikut tertekan.

Khemal melanjutkan, pelaku usaha berada dalam posisi sulit, karena harus menjaga harga jual tetap terjangkau agar produknya tetap bisa dibeli masyarakat.

"Padahal, dengan mempertahankan harga jual disaat biaya modal meningkat, akan memperkecil keuntungan yang diperoleh oleh pelaku UMKM," jelas Khemal.

Ia menjelaskan, kondisi ini memperlihatkan jika persoalan kenaikan harga tidak hanya dirasakan konsumen, namun juga memberikan beban kepada pedagang yang bergantung pada transaksi harian.

"Kami berharap pemerintah memperkuat upaya membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok sehingga tekanan daya beli tidak semakin menekan para pengusaha kecil," pungkasnya. (*)

 

Reporter : Novita
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.