29 October 2026

Get In Touch

Perbaikan Jalan Pasar Gadang Malang Dipercepat, Target Rampung 20 November

Kondisi pengerjaan perbaikan jalan di Pasar Gadang, Kota Malang, Kamis (29/10/2026). (Santi/Lentera)
Kondisi pengerjaan perbaikan jalan di Pasar Gadang, Kota Malang, Kamis (29/10/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mempercepat progres perbaikan Jalan Pasar Gadang dan Jalan Gadang-Bumiayu, dengan menargetkan rampung pada 20 November 2026 lebih cepat dari batas akhir kontrak proyek pada 28 November 2026.

"Progres pekerjaannya sudah 82 persen. Targetnya sesuai arahan Pak Wali Kota, di 20-an November nanti. Kami kejar itu. Kalau di kontraknya terakhir 28 November. Lebih cepat arahannya Pak Wali, untuk evaluasi," ujar Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kota Malang, Kristian Bagus dikonfirmasi melalui sambungan selular, Kamis (29/10/2026).

Dikatakannya, sejumlah pekerjaan masih harus diselesaikan pada kedua ruas jalan tersebut. Di Jalan Pasar Gadang, pekerjaan yang tersisa berada di sisi barat sepanjang sekitar 200 meter.

Sementara itu, di Jalan Gadang-Bumiayu, pekerjaan meliputi penggantian aspal di area jembatan pada sisi timur serta pengaspalan baru di sisi barat sepanjang sekitar 150 meter. Pembetonan di ruas tersebut juga belum sepenuhnya selesai karena masih menyisakan bagian sisi timur.

Bagus menjelaskan, percepatan pekerjaan terus diupayakan meski kondisi cuaca menjadi salah satu kendala. Terlebih beberapa hari terakhir, Kota Malang diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. "Kami juga berpacu dengan hujan. Tunggu sampai reda baru digelar lagi pekerjaannya," katanya.

Ia menyebut, pekerjaan perbaikan jalan ini juga mencakup peninggian jalan sekitar 30 sentimeter. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi risiko banjir, didukung dengan keberadaan saluran air di sisi kanan dan kiri jalan.

Dalam hal ini, Bagus mengingatkan, pedagang dan masyarakat agar menjaga kebersihan saluran dengan tidak membuang sampah sembarangan jika seluruh pekerjaan jalan telah rampung.

Menurutnya, sampah yang menyumbat saluran dapat menghambat aliran air, terlebih saat memasuki musim hujan. Ia menyebut persoalan tersebut juga menjadi perhatian Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi beberapa waktu lalu.

Terpisah, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan evaluasi untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan.

"Kalau sementara ini pekerjaan di sisi selatan sudah selesai," katanya.

"Pekerjaannya sudah bagus. Karena ini kan Dana Alokasi Khusus (DAK) jalan dari pusat, maka harus berjalan sesuai koridor," imbuh Wahyu.

Namun ia mengimbau, agar aktivitas jual beli di kawasan pasar tersebut tidak lagi dilakukan di pinggir jalan setelah perbaikan rampung. Menurutnya, aktivitas perdagangan di tepi jalan berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

Untuk itu, di sepanjang ruas jalan juga akan dipasang pagar BRC dengan konstruksi precast yang berfungsi sebagai pembatas antara jalan dan area pertokoan.

Konsep tersebut sengaja dirancang untuk menghilangkan kebiasaan pembeli yang berhenti langsung di depan kios atau melakukan transaksi dari atas kendaraan yang selama ini memicu antrean panjang dan kemacetan.

"Makanya kami juga buat pagar. Sehingga apabila perbaikan jalan pasar ini selesai, jual beli tidak boleh di pinggir jalan agar tidak mengganggu lalu lintas," pungkasnya.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.