MALANG (Lentera) - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang memperkuat sinergi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas), untuk mendeteksi dini berbagai perkembangan isu sosial, politik, hingga keamanan di wilayah setempat.
Salah satu isu yang kembali menjadi perhatian pemerintah daerah saat ini adalah LGBT, yang dinilai perlu disikapi melalui kajian dan koordinasi lintas sektor.
Kepala Bakesbangpol Kota Malang, Noer Rahman Widjaya mengatakan keterlibatan ormas seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), menjadi bagian penting dalam menghimpun informasi mengenai perkembangan situasi di masyarakat.
"Masukan dari berbagai organisasi tersebut mencakup perkiraan keadaan terkini serta deteksi dini terhadap rumor dan isu yang berkaitan dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan (IPOLEKSOSBUDHANKAM)," ujarnya, ditemui usai kegiatan Sinergitas Mitra Bakesbangpol, Senin (26/10/2026).
Menurut Rahman, informasi yang dihimpun kemudian dikemas dalam bentuk laporan untuk menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan langkah antisipasi maupun kebijakan yang diperlukan.
Dikatakannya, laporan tersebut dapat berupa dugaan, isu, maupun informasi yang belum terverifikasi. Bakesbangpol selanjutnya melakukan penyaringan sebelum menyampaikan informasi kepada Forkopimda, termasuk Wali Kota Malang.
Lebih lanjut, Rahman menyebut, LGBT sebagai salah satu isu yang kembali menjadi perhatian Bakesbangpol Kota Malang dalam perkembangan situasi sosial saat ini. Ia mengklaim isu tersebut semakin merebak dan menyebut adanya sejumlah tempat yang diduga menjadi lokasi pertemuan kelompok LGBT.
"Bahkan ada beberapa homebase ataupun tempat-tempat di mal yang dijadikan sebagai sarana untuk bertemunya kelompok LGBT ini," ungkapnya.
Ia menilai, perkembangan tersebut perlu menjadi bahan perhatian, mengingat Kota Malang dikenal sebagai kota pendidikan dengan banyak perguruan tinggi dan rumah kos di sekitarnya. Kondisi tersebut turut menjadi pertimbangan dalam pembahasan mengenai upaya menyikapi berbagai isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Rahman juga mengatakan, Bakesbangpol akan mengkaji persoalan tersebut melalui forum sinergi kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan.
Pembahasan juga direncanakan berlangsung dalam agenda Kopi Senja bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, dengan bahan laporan mengenai perkembangan situasi Kota Malang sepanjang 2026.
"Tetapi yang bisa kami lakukan adalah memberikan wawasan dan bentuk pemahaman terkait penyelewengan perilaku. Nanti ada bahan yang kami siapkan khusus untuk Forkopimda, mudah-mudahan nanti akan ada tindak lanjut untuk menyikapi perilaku penyelewengan di Kota Malang," pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan sinergi Bakesbangpol dengan ormas merupakan salah satu upaya menjaga keamanan, kedamaian, kesejahteraan, dan kondusivitas Kota Malang.
Menurut Wahyu, informasi yang dihimpun melalui organisasi binaan Bakesbangpol diharapkan dapat menjadi bahan bagi pemerintah daerah untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan persoalan di masyarakat. "Sehingga nanti bisa menjadi satu data bagi kami untuk bisa memberikan antisipasi, menjadikan dasar kebijakan, dan juga lain-lain yang diperlukan," kata Wahyu.
Dalam kesempatannya ini, Wahyu membenarkan, LGBT termasuk salah satu isu yang menjadi perhatian dalam upaya deteksi dini tersebut. Ia menekankan perlunya mengantisipasi berbagai gejala sosial dan persoalan kemasyarakatan di Kota Malang sebagai kota pendidikan.
Ia berharap, laporan dan masukan dari Bakesbangpol dapat menjadi bahan pembahasan di tingkat Forkopimda untuk menentukan tindakan maupun kebijakan yang diperlukan.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais





.jpg)
