25 October 2026

Get In Touch

Dispora Trenggalek Anggarkan Rp120 Juta untuk Meja Biliar, Target PAD Masih Dihitung

Plt Kepala Dispora Trenggalek, Arief Setiawan, menjelaskan rencana pengadaan 2 meja biliar senilai Rp120,92 juta yang ditujukan untuk mendukung pembinaan atlet sekaligus membuka peluang pendapatan asli daerah (PAD).
Plt Kepala Dispora Trenggalek, Arief Setiawan, menjelaskan rencana pengadaan 2 meja biliar senilai Rp120,92 juta yang ditujukan untuk mendukung pembinaan atlet sekaligus membuka peluang pendapatan asli daerah (PAD).

TRENGGALEK (Lentera) - Pengadaan 2 meja biliar senilai Rp120,92 juta oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Trenggalek tak hanya diarahkan untuk mendukung pembinaan atlet, tetapi juga diharapkan menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD). Namun, di balik target tersebut, skema penyewaan fasilitas hingga potensi pemasukan yang bisa diperoleh daerah masih harus dihitung lebih lanjut.

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), paket pengadaan meja biliar tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp120.920.000 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026.

Paket yang masuk kategori belanja modal peralatan olahraga lainnya itu mencakup 2 unit meja biliar beserta perlengkapan pendukungnya. Spesifikasi yang dicantumkan antara lain kain meja jenis Professional Worsted Cloth, bola MIC Pro TV Ball, stik biliar, serta lampu khusus untuk meja.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Trenggalek, Arief Setiawan, menyebut pengadaan tersebut merupakan salah satu upaya mengembangkan fasilitas olahraga yang selama ini belum banyak mendapat perhatian. Selain menunjang pembinaan, fasilitas itu dirancang agar dapat memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah.

“Pengadaan meja biliar ini salah satunya untuk pembinaan atlet yang selama ini mungkin belum banyak terdengar. Kemudian, kami juga ingin ada nilai tambah yang bisa masuk ke PAD Kabupaten Trenggalek,” ujar Arief.

Guna merealisasikan target pendapatan, Dispora berencana membuka peluang pemanfaatan meja biliar melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Dengan skema tersebut, pengelolaan fasilitas diharapkan bisa berjalan sekaligus memberikan pemasukan bagi pemerintah daerah.

Meski demikian, potensi pendapatan dari rencana tersebut masih belum dapat dipastikan. Menurut Arief, Dispora masih perlu membahas perhitungan tarif dan mekanisme pengelolaannya bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Artinya, pengadaan dengan nilai lebih dari Rp120 juta itu belum bisa langsung dinilai berdasarkan potensi pendapatan yang akan dihasilkan. Kepastian manfaat ekonominya masih bergantung pada skema kerja sama, besaran tarif, serta aturan pemanfaatan fasilitas yang nantinya disepakati.

Di sisi lain, Dispora memastikan rencana pelibatan pihak ketiga tidak boleh menghilangkan fungsi utama fasilitas tersebut sebagai sarana pembinaan olahraga. Karena itu, akses bagi atlet tetap akan dimasukkan dalam klausul perjanjian kerja sama.

Arief menjelaskan, pihaknya merencanakan jadwal khusus pada hari-hari tertentu agar meja biliar tetap bisa digunakan sebagai tempat latihan. Pengaturan tersebut disiapkan untuk memberi ruang bagi atlet maupun pelajar yang ingin mengembangkan kemampuan di cabang olahraga biliar.

“Nanti dalam perjanjian kerja sama akan kami atur hari-hari tertentu yang bisa digunakan untuk pembinaan atlet. Jadi, fasilitas ini tetap punya ruang untuk kegiatan latihan,” jelasnya.

Pengadaan meja biliar bukan satu-satunya program yang disiapkan Dispora Trenggalek dalam perubahan anggaran 2026. Arief menyebut pihaknya juga melakukan peningkatan fasilitas wall climbing dan skate park untuk mendukung perkembangan atlet di cabang olahraga masing-masing.

Menurut dia, potensi atlet panjat tebing maupun skateboard di Trenggalek perlu diimbangi dengan ketersediaan sarana latihan yang memadai. Sejumlah atlet, kata Arief, selama ini telah mengikuti kompetisi di tingkat provinsi hingga nasional, bahkan berlaga di luar pulau.

Kondisi itu menjadi salah satu alasan perlunya peningkatan fasilitas olahraga, sehingga pembinaan tidak hanya bertumpu pada kemampuan atlet, tetapi juga didukung sarana yang sesuai dengan kebutuhan latihan.

“Potensi atlet panjat tebing cukup besar. Begitu juga dengan anak-anak di skate park. Mereka juga mengikuti kejuaraan tingkat provinsi, nasional, bahkan sampai ke luar pulau,” katanya.

Selain pembangunan dan peningkatan fasilitas, Dispora juga menyiapkan dukungan bagi atlet pelajar berprestasi. Pemerintah daerah mengalokasikan penghargaan sebesar Rp93,5 juta bagi atlet yang berprestasi dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda).

Dispora juga berencana meningkatkan standar insentif hingga 2 kali lipat sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa pengembangan olahraga di Trenggalek diarahkan melalui 2 jalur, yakni penyediaan sarana dan dukungan terhadap prestasi atlet. Namun, khusus pengadaan meja biliar, realisasi target pendapatan daerah masih menunggu perhitungan lebih terperinci dan kepastian skema pengelolaan.

Dengan demikian, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada tersedianya fasilitas baru, tetapi juga pada sejauh mana meja biliar tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk pembinaan atlet dan mampu menghasilkan pemasukan bagi daerah sesuai tujuan awal pengadaannya. (*)

 

Reporter: Herlambang
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.