SURABAYA (Lentera) -Insiden penembakan di pinggiran Kota Paris, Prancis telah merenggut satu korban jiwa dan melukai lima orang lainnya, demikian laporan BFMTV pada Jumat.
Saluran televisi itu melaporkan satu orang melakukan penembakan dari kendaraan yang ditumpanginya ke beberapa tempat di departemen Yvelines.
Menurut laporan itu, pelaku penembakan telah ditangkap dan ditahan oleh aparat keamanan.
Anggota Dewan Prancis untuk Departemen Yvelines, Laurent Mazaury, menjelaskan sejumlah korban yang terluka dalam kondisi kritis.
"Luka mereka sangat parah. Beberapa korban mengalami lebih dari satu luka tembak. Jelas nyawa mereka terancam," kata Mazaury.
Walikota komune La Verriere, Nicolas Dainville, mengatakan kepada BFMTV terdapat anak perempuan berusia 12 tahun menjadi korban luka dengan kondisi yang stabil.
Selain itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez yang mengutip aparat keamanan menjelaskan bahwa penembakan tersebut termasuk sebagai serangan teror. Dia memperbarui data korban luka yang sebelumnya empat orang menjadi lima orang.
Pelaku menembakkan senjata api otomatis dari dalam mobil dan saat ini telah ditahan oleh aparat keamanan.
"Jaksa telah mengkategorikan kejadian itu sebagai tindak pidana terorisme. Motif kejahatannya masih terus dipastikan, namun jaksa menyampaikan kepada media bahwa motifnya kemungkinan berkaitan dengan rasisme," ungkap Nunez.
Dia mengatakan penyelidikan terhadap insiden itu masih berlangsung. "Yang pasti itu adalah tindak pidana terorisme," jelas Nunez.
Macron sebut penembakan sebagai serangan teroris rasis
Saat mengunjungi lokasi penembakan di Trappes, Macron mengatakan bahwa peristiwa tersebut menjadi titik balik bagi Perancis.
Menurutnya, serangan itu menunjukkan adanya ancaman kekerasan terhadap masyarakat berdasarkan identitas ras maupun agama.
"Apa yang terjadi hari ini merupakan titik balik dalam kehidupan Republik dan bangsa kita," kata Macron.
Macron menilai serangan tersebut berbeda dari insiden kekerasan sebelumnya karena para korban diduga sengaja dipilih berdasarkan warna kulit atau agama mereka.
Ia juga meminta masyarakat Perancis tidak memberikan ruang bagi ideologi kebencian yang berkembang di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kantor Kejaksaan Nasional Antiterorisme Perancis (PNAT) menyatakan bahwa penembakan sedang diselidiki sebagai dugaan pembunuhan yang berkaitan dengan tindakan terorisme.
Namun, motif pasti pelaku masih dalam penyelidikan (*)
Editor: Arifin BH/berbagai sumber




.jpg)
