22 October 2026

Get In Touch

Gerobak Sampah Warga Karah Dicuri, Pemkot Surabaya Lapor Polisi dan Siapkan Pengganti

Kepala DLH Kota Surabaya M Fikser saat meninjai lokasi hilangnya gerobak sampah
Kepala DLH Kota Surabaya M Fikser saat meninjai lokasi hilangnya gerobak sampah

SURABAYA (Lentera)– Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merespons laporan kehilangan gerobak pengangkut sampah milik warga RT 7 RW 6, Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan yang disampaikan warga melalui Hotline Lapor Cak Eri dengan menyiapkan gerobak pengganti. 

Gerobak hasil urunan warga Kampung Pancasila itu diduga dicuri, dan kini ditelusuri melalui rekaman kamera pengawas (CCTV).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta agar kehilangan sarana pengangkutan sampah itu tidak sampai menghambat pelayanan kebersihan, maupun memutus mata pencaharian pengangkut sampah.

“Ada gerobak sampah yang dicuri. Padahal sudah jelas gerobak sampah itu digunakan untuk kepentingan masyarakat membuang sampah. Gerobak tersebut merupakan hasil urunan warga dari Kampung Pancasila,” kata Eri, Kamis (22/10/2026).

Ia menginstruksikan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera menyediakan gerobak pengganti agar pengangkutan sampah dari rumah warga menuju tempat penampungan sementara (TPS) tetap berjalan. Eri juga meminta dugaan pencurian tersebut dilaporkan kepada kepolisian agar pelakunya dapat diungkap.

“Karena pengangkutan sampah tidak boleh berhenti, saya minta tolong agar gerobak itu diganti dengan gerobak sampah dari kita (Pemkot Surabaya). Setelah itu, cari pelakunya sampai ketemu. Kalau perlu, dibantu dengan membuat laporan ke pihak kepolisian,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Surabaya, M Fikser mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan lurah setempat dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Karah, untuk menindaklanjuti laporan warga. Ia menyebut, gerobak tersebut merupakan satu-satunya sarana pengangkutan sampah di lingkungan RT 7 RW 6.

“Jadi ada warga kehilangan gerobak sampah. Dan gerobak sampah ini kan satu-satunya mata pencaharian penggeledek, dan satu-satunya sarana yang dipakai oleh RT 7 RW 6 untuk kebersihan,” kata Fikser.

DLH bersama pihak kelurahan, berencana membuat laporan kehilangan ke kepolisian dengan melampirkan rekaman CCTV milik warga. Rekaman tersebut diharapkan dapat membantu proses penyelidikan dan mengungkap pihak yang diduga terlibat.

“Kita buat laporan kehilangan dengan bukti CCTV ke Polsek terkait dengan kehilangan ini,” tambahnya.

Menurut Fikser, pelaporan resmi diperlukan agar kasus kehilangan sarana pengangkutan sampah tidak berhenti pada laporan informal. Ia berharap kejadian tersebut juga mendorong warga untuk melaporkan kehilangan serupa kepada pihak berwenang.

Dari rekaman CCTV yang ditelusuri, pihaknya melihat pelat nomor sepeda motor yang dapat menjadi petunjuk awal. Informasi tersebut rencananya akan disebarluaskan melalui media sosial dan ditempel di sejumlah TPS, untuk menjaring informasi dari masyarakat.

“Dari gambar CCTV yang kami lihat itu kan ada plat motor. Nanti kami cetak, kita pasang di TPS-TPS. Kita tulis bahwa ini pelaku pencurian lah,” tutur Fikser.

Ia berharap, penyebaran informasi tersebut dapat membantu kepolisian mengungkap kasus. "Karena hilangnya gerobak tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga terhadap penghasilan pengangkut sampah yang mengandalkan sarana tersebut untuk bekerja," ucapnya.

Sementara itu, warga RT 7 RW 6 Kelurahan Karah sekaligus pelapor, El Yusron mengatakan gerobak tersebut setiap hari digunakan untuk mengangkut sampah dari rumah warga menuju TPS. Kehilangannya membuat distribusi sampah berpotensi terganggu, apabila tidak segera tersedia sarana pengganti.

“(Kehilangan gerobak) itu sangat mengganggu daripada distribusi sampah yang selama ini diambil dari rumah setiap warga dan untuk diangkut ke TPS,” kata Yusron.

Ia khawatir, sampah akan menumpuk apabila pengangkutan terhenti selama beberapa hari. Kondisi itu berpotensi mengganggu kebersihan lingkungan dan kenyamanan warga.

“Kalau sampai saja sampah beberapa hari tidak diangkut, saya tidak bisa membayangkan bagaimana dampaknya kalau sampah ini tidak bisa sepenuhnya dibersihkan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi, respons Pemkot Surabaya melalui DLH yang menyiapkan bantuan gerobak pengganti. Ia berharap sarana tersebut dapat segera digunakan sehingga aktivitas pengangkutan sampah dan pekerjaan pengangkut sampah kembali berjalan normal.

“Saya secara pribadi mewakili warga daripada RT 7 mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Wali Kota melalui Kepala DLH yaitu Pak Fikser bersama timnya. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas apresiasi yang diberikan,” pungkasnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.