19 October 2026

Get In Touch

Gubernur Khofifah Serahkan Bantuan Alsintan untuk Petani Lamongan: Dorong Inovasi Pertanian Efektif dan Efisien

Gubernur Khofifah menyerahkan alsintan pada petani di Kabupaten Lamongan, Jumat (16/10/226)
Gubernur Khofifah menyerahkan alsintan pada petani di Kabupaten Lamongan, Jumat (16/10/226)

LAMONGAN (Lentera) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan 15 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Lapangan Desa Kendal, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan, Jumat (16/10/2026).

Penyerahan bantuan yang dilakukan oleh Gubernur Khofifah ini, juga bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dan momentum Hari Pangan Sedunia tahun 2026.

Dalam kesempatan ini, Khofifah menegaskan, dukungan alsintan menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan  penggunaan teknologi dan inovasi pertanian agar  efektivitas dan efisiensi proses produksi pertanian, terutama pada tahap tanam dan panen.

Salah satu alat yang diserahkan adalah combine harvester, mesin pemanen padi yang mampu mempercepat pekerjaan petani sekaligus menekan kehilangan hasil panen. Jika panen secara manual membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk lahan seluas satu hektare, penggunaan combine harvester dapat memangkas waktu pengerjaan menjadi sekitar satu hingga dua jam.

"Efektivitas dan efisiensi bisa kita lakukan menggunakan  antara lain combine harvester," ujarnya.

Selain mempercepat proses panen, penggunaan alsintan juga dapat mengurangi kehilangan hasil atau losses. Khofifah membeberkan, panen secara manual berpotensi menimbulkan kehilangan hasil sekitar 9 -11 persen. Sementara itu, penggunaan combine harvester dapat menekan angka tersebut menjadi sekitar 1 - 2 persen.

Penurunan kehilangan hasil diharapkan membuat hasil panen yang dapat dimanfaatkan petani semakin optimal. Dengan dukungan mekanisasi, petani juga berpeluang menghemat biaya dan waktu kerja sehingga kegiatan usaha tani menjadi lebih efisien.

“Alsintan meningkatkan produktivitas seluruh petani padi di Lamongan dan di Jawa Timur serta Indonesia pada umumnya,” tegasnya.

Khofifah menyebut Kabupaten Lamongan memiliki peran strategis dalam menopang produksi pangan Jawa Timur. Maka, penguatan kapasitas petani di Lamongan turut berkontribusi terhadap upaya menjaga ketersediaan pangan di tingkat provinsi maupun nasional.

Ia juga menekankan pentingnya ketersediaan sarana produksi, termasuk pupuk, untuk mendukung keberlanjutan produksi pertanian. Menurutnya, akses pupuk yang memadai perlu berjalan beriringan dengan penggunaan teknologi pertanian agar produktivitas petani dapat terus ditingkatkan.

"Alhamdulillah tahun 2025, Presiden Prabowo menggencarkan seluruh proses terkait dengan produksi padi, salah satunya mencukupi kebutuhan pupuk. Kemarin saya ketemu dengan pimpinan holding pupuk yang akan menambahkan dalam jumlah signifikan agar para petani bisa mengakses pupuk lebih mudah dan berkecukupan," jelasnya.

Khofifah menambahkan, penguatan produksi pangan menjadi semakin penting di tengah tantangan pemenuhan kebutuhan pangan dunia. Sejumlah negara masih menghadapi persoalan kecukupan pangan sehingga penguatan produksi dalam negeri menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemprov Jatim melalui penyerahan bantuan alsintan bagi kelompok tani di wilayahnya. Menurutnya, bantuan tersebut mendukung upaya Kabupaten Lamongan mempertahankan peran sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Timur dan nasional.

Yuhronur menyebut produksi padi Lamongan pada 2026 menunjukkan perkembangan positif. Ia menyampaikan bahwa produksi pada tahun ini telah mencapai sekitar 1.200 ton dan masih berpotensi bertambah seiring berlangsungnya musim tanam. Ia berharap dukungan mekanisasi dapat membantu petani meningkatkan hasil produksi sekaligus mempercepat pekerjaan di lapangan.

"Mekanisasi dan modernisasi dengan berbagai alat pertanian membantu kelompok petani serta masyarakat Lamongan," ungkapnya.

Adapun bantuan yang diserahkan kepada kelompok tani di Kabupaten Lamongan terdiri atas enam unit hand traktor singkal, satu unit hand traktor rotary, empat unit combine harvester, dua unit cultivator, satu unit rice transplanter, dan satu unit motor roda tiga.

Secara keseluruhan, Pemprov Jatim mengalokasikan bantuan sebanyak 341 unit alsintan berdasarkan permohonan yang diajukan dan kemampuan fiskal daerah. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi pertanian, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta mendukung keberlanjutan produksi pangan di Jawa Timur.

Salah satu penerima bantuan combine harvester, Agus Purwanto, mengaku terbantu dengan adanya dukungan alat pertanian tersebut. Menurutnya, penggunaan mesin dapat mempercepat pekerjaan panen sekaligus menekan biaya yang harus dikeluarkan petani. 

"Pekerjaan bisa lebih cepat dan dari sisi ekonomi menghemat biaya serta ada keuntungan bagi petani sebanyak 60 persen," pungkasnya. (*)


Editor: Lutfiyu Handi 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.