15 October 2026

Get In Touch

Update Kekeringan di Malang, BPBD: 13 Desa Masih Bergantung pada Bantuan Air Bersih

Ilustrasi: Masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Malang memanfaatkan distribusi air bersih yang disalurkan BPBD Kabupaten Malang. (foto: Pusdalops PB BPBD Kab. Malang)
Ilustrasi: Masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Malang memanfaatkan distribusi air bersih yang disalurkan BPBD Kabupaten Malang. (foto: Pusdalops PB BPBD Kab. Malang)

MALANG (Lentera) - Sebanyak 13 desa di Kabupaten Malang masih bergantung pada bantuan distribusi air bersih, di tengah penanganan kondisi kekeringan.

Dari sebelumnya 14 desa terdampak yang tersebar di 6 kecamatan, baru Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo dinyatakan aman setelah tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan asesmen pemberhentian bantuan air bersih sejak 5 Oktober 2026.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan Desa Tulungrejo telah melakukan mitigasi mandiri dengan membuat saluran air dari sumber menuju wilayah yang terdampak kekeringan.

"Tulungrejo sudah melakukan mitigasi mandiri dengan membuat saluran dari sumber ke daerah yang kekeringan. Sementara ini sudah dinyatakan aman," ujar Sadono, dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (14/10/2026).

Dengan perkembangan tersebut, ditegaskannya, jumlah desa yang masih menerima distribusi bantuan air bersih berkurang dari sebelumnya 14 desa menjadi 13 desa yang tersebar di 6 kecamatan.

Sadono membenarkan, Tulungrejo saat ini menjadi satu-satunya desa yang dinyatakan aman dan tidak lagi menerima distribusi air bersih dari BPBD Kabupaten Malang.

Meski demikian, kondisi tersebut belum serta-merta menunjukkan seluruh wilayah terdampak kekeringan mulai pulih. BPBD masih menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa lain yang membutuhkan.

Berdasarkan laporan posko komando tanggap darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) BPBD Kabupaten Malang, dampak kekeringan sebelumnya tercatat meliputi 14 desa di enam kecamatan, dengan sekitar 5.799 kepala keluarga (KK) atau 18.414 jiwa terdampak.

Enam kecamatan tersebut meliputi Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, dan Pagak.

Sadono menjelaskan, tidak setiap desa menerima distribusi air bersih setiap hari. BPBD menerapkan pola pengiriman secara bergiliran, dengan interval dua hari sekali untuk setiap desa. "Memang ada beberapa desa yang kami mengirimkan di dua hari sekali per desanya," jelasnya.

"Sehingga desa yang tidak tercatat menerima pasokan pada hari ini misalnya, belum tentu sudah terbebas dari dampak kekeringan, melainkan dapat mengikuti jadwal pengiriman yang telah ditetapkan. Kecuali Tulungrejo," kata Sadono.

Dalam laporan distribusi air bersih per 13 Oktober 2026, Pusdalops PB BPBD Kabupaten Malang mencatat penyaluran sebanyak 112.300 liter menggunakan 7 armada dengan total 22 rit pengiriman.

Distribusi tersebut mencakup sejumlah desa di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Sumberpucung, Kalipare, dan Pagak. Sementara itu, beberapa desa di Kecamatan Gedangan dan Donomulyo tidak tercatat menerima pengiriman pada hari tersebut.

"Secara kumulatif, BPBD mencatat total distribusi air bersih mencapai 4.574.300 liter selama periode 8 Agustus hingga 13 Oktober 2026," terang Sadono.

Di sisi lain, status tanggap darurat bencana kekeringan dan kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di Kabupaten Malang masih berlaku. Sadono menyampaikan, hingga Rabu (14/10/2026), belum ada perpanjangan masa tanggap darurat usai ditetapkan pada Agustus 2026 lalu. "Belum ada perpanjangan. Masih tetap sampai 31 Desember 2026 nanti," katanya.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.