07 October 2026

Get In Touch

Jalan Veteran-Surabaya Kota Malang Bersih dari PKL, Satpol PP Waspadai Pergeseran ke Lokasi Lain

Arsip-Pos Pantau Satpol PP Kota Malang di Jalan Veteran. (Santi/Lentera)
Arsip-Pos Pantau Satpol PP Kota Malang di Jalan Veteran. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Veteran dan Jalan Surabaya, Kota Malang, selama sebulan terakhir membuat 2 kawasan tersebut bersih dari aktivitas PKL.

Kini, Satpol PP Kota Malang mewaspadai, adanya pedagang yang mulai bergeser ke luar titik pantauan setelah penertiban dilakukan.

Kondisi tersebut tak lepas dari keberadaan pos pantau PKL yang didirikan Satpol PP Kota Malang di kedua lokasi. Selama pos pantau beroperasi, petugas rutin melakukan pengawasan untuk memastikan tidak ada PKL yang kembali berjualan di badan jalan.

"Pos pantau ini efektif. Karena memang kemacetan di dua lokasi tersebut berkurang. Yang sebelumnya pedagang dan pembeli sama-sama memanfaatkan badan jalan, sekarang sudah kembali menjadi fungsi jalan semestinya," ujar Kepala Satpol PP Kota Malang, Prayitno, dikonfirmasi melalui sambungan selular, Selasa (6/10/2026).

Jalan Veteran dan Jalan Surabaya menjadi perhatian karena berada di kawasan dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. Jalan Veteran berada di sekitar Universitas Brawijaya (UB) dan sejumlah sekolah, sementara Jalan Surabaya berada di sekitar Universitas Muhammadiyah Malang (UM).

Keberadaan ribuan mahasiswa di dua kawasan tersebut turut menjadi faktor yang membuat aktivitas PKL di badan jalan ramai. Para mahasiswa yang menjadi konsumen PKL membuat aktivitas jual-beli di tepi jalan semakin padat, sehingga berdampak pada kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas.

"Bayangkan ribuan mahasiswa dua kampus besar ini membeli makanan ringan di area badan jalan, sehingga berdampak kemacetan, kesemrawutan, dan pelanggaran Perda," katanya.

Di sisi lain, Prayitno menyebut, adanya sejumlah pedagang yang kemudian bergeser ke kawasan di luar titik pantauan. Meski sejauh ini pergeseran tersebut belum menimbulkan dampak signifikan terhadap kondisi ketertiban dan lalu lintas, Satpol PP tetap mewaspadai penumpukan PKL di titik baru.

"Kalau nanti di situ terjadi penumpukan, terlebih di area yang memang dilarang untuk PKL, maka kami harus tertibkan sesuai amanat Perda," tegasnya.

Saat ini, Satpol PP Kota Malang mulai mengidentifikasi sejumlah kawasan lain yang berpotensi menjadi titik aktivitas baru para PKL. Khususnya, kawasan-kawasan yang menjadi ikon Kota Malang seperti Alun-Alun Merdeka dan kawasan Kayutangan Heritage. Hal ini dilakukan untuk memastikan aktivitas PKL tidak kembali menggunakan ruang yang mengganggu fungsi jalan maupun ketertiban umum.

Untuk diketahui, keberadaan pos pantau di Jalan Veteran dan Jalan Surabaya telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Khusus Jalan Veteran, Satpol PP sebelumnya juga sempat menerapkan pola serupa selama lebih dari 10 hari pada Juni lalu.

Prayitno menyebut, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut terkait keberlanjutan pos pantau tersebut. Namun, melihat dampak yang muncul selama pelaksanaan, pola pengawasan semacam ini dinilai berpotensi menjadi rujukan dalam kegiatan penegakan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.

"Kalau melihat fenomena yang ada, pola ini kelihatannya menjadi rujukan sebagai bentuk kegiatan tantribum yang efektif," katanya.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.