PALANGKA RAYA (Lentera) – Pemerintah pusat diminta memberikan perhatian lebih terhadap dampak kabut asap yang melanda Kota Palangka Raya, antara lain melalui dukungan bantuan untuk penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan menyampaikan jika Palangka Raya hingga saat ini belum menerima bantuan anggaran dari pemerintah pusat untuk penanganan dampak karhutla, meski pemerintah daerah telah mengajukan permohonan bantuan.
"DPRD siap mendukung langkah Pemerintah Kota (Pemkot) dalam memperjuangkan bantuan tersebut, agar dapat segera direalisasikan," papar Hatir, Sabtu (3/10/2026).
Ia mengatakan, komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat perlu terus diperkuat agar berbagai kebutuhan penanganan karhutla dan dampaknya memperoleh dukungan yang memadai.
Hatir menilai, bantuan dari pemerintah pusat masih sangat relevan meski bencana kabut asap telah berlangsung selama beberapa waktu. Hal ini mengingat dampak yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan saat kebakaran terjadi, namun juga memengaruhi berbagai sektor dalam jangka panjang.
Sektor pertanian menjadi salah satu yang terdampak, akibat kabut asap berkepanjangan. Banyak petani di wilayah Kota Palangka Raya yang mengalami kerugian karena tanaman yang dibudidayakan tidak tumbuh optimal.
"Banyak petani di wilayah Kota Palangka Raya yang mengalami gagal panen, diantaranya yang menanam sayuran, tanaman tidak bertumbuh dengan baik karena kurang mendapat sinar matahari yang tertutup oleh kabut asap,” jelasnya.
Selain itu, gangguan terhadap transportasi udara juga memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat maupun dunia usaha di Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan, tentu saja secara ekonomi ini merugikan, selain itu masih banyak dampak lainnya,” ungkapnya.
Selain itu, Hatir juga menyoroti, dampak yang dirasakan di sektor pendidikan dan kesehatan akibat buruknya kualitas udara selama terjadinya kabut asap. Kondisi ini menunjukkan bencana karhutla telah memengaruhi hampir seluruh lini kehidupan masyarakat.
“Perhatian pemerintah pusat memang sangat diperlukan, apalagi sudah berdampak pada rute penerbangan yang sudah menimbulkan dampak ekonomi yang cukup besar,” pungkasnya.
Reporter: Novita/Editor: Ais




.jpg)
