27 September 2026

Get In Touch

Wisuda ke-122 Unesa, 1.500 Lulusan Dibekali Kompetensi Hadapi Perubahan

Wisuda Unesa periode 122.
Wisuda Unesa periode 122.

SURABAYA (Lentera)– Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendorong sekitar 1.500 wisudawan dalam Wisuda ke-122 untuk tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. Para lulusan dibekali dengan integritas, karakter, serta kemampuan beradaptasi agar mampu menghadapi perubahan dan ketidakpastian global.

Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan, mengatakan, memasuki fase sebagai alumni, para wisudawan diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.

“Wisudawan yang ke-122 ini kita memang menyiapkan segala sesuatunya agar mereka punya jiwa integritas, berkarakter, dan berdaya saing,” kata Nurhasan, Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi semakin penting seiring perubahan yang berlangsung cepat. Karena itu, Unesa membekali mahasiswa dengan berbagai kompetensi, termasuk kemampuan pengelolaan, pendampingan psikologi, hingga pengetahuan terkait akuntansi.

Selain itu, kampus juga menyiapkan berbagai workshop yang diarahkan untuk memperkuat kompetensi lulusan agar dapat berkontribusi dalam berbagai program pembangunan pemerintah.

Nurhasan berharap para lulusan nantinya dapat menjadi bagian dari solusi atas kebutuhan masyarakat sekaligus berkontribusi dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

“Harapannya melalui itu, kita siapkan betul mereka nanti sebagai pendamping agar program pemerintah berjalan baik dan lancar,” ujarnya.

48 Persen Wisudawan Sudah Bekerja

Sementara itu, Wakil Rektor I Unesa Prof. Dr. Martadi, mengungkapkan hasil tracer yang dilakukan terhadap wisudawan menunjukkan perkembangan positif. Sebanyak 48 persen wisudawan yang mengikuti wisuda kali ini telah mendapatkan pekerjaan.

Selain itu, sekitar 10 persen wisudawan menyatakan berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan S3. “Yang menggembirakan adalah 48 persen dari wisudawan yang hari ini diwisuda itu sudah mendapatkan pekerjaan. Kemudian ada 10 persen di antara mereka yang ingin studi lanjut ke S2 dan S3,” ucapnya.

Ia menambahkan, rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) wisudawan dalam wisuda kali ini berada pada kisaran 3,8 hingga 3,9.

Para lulusan dengan capaian akademik tinggi juga akan didata untuk kemudian dihubungkan dengan program Bina Talenta yang dikelola Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. 

Program tersebut diarahkan untuk menjaring lulusan berprestasi dan memberikan mereka kesempatan mengikuti berbagai program pengembangan maupun beasiswa.

Martadi mengatakan langkah tersebut penting agar lulusan terbaik Unesa mendapatkan ruang untuk terus berkembang dan berkontribusi di dalam negeri.

Wisudawan Berprestasi Disiapkan Beasiswa

Di sisi lain, Unesa juga menyiapkan apresiasi berupa beasiswa pendidikan lanjutan bagi wisudawan berprestasi. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus untuk mendorong lulusan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Nurhasan mengatakan, fasilitas serupa juga diberikan kepada sivitas akademika Unesa, termasuk dosen dan pegawai, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Semua pegawai dikuliahkan S2 dan S3. Dan di Unesa gratis. Apalagi alumni yang hebat-hebat itu kita beri gratis agar mereka mendapatkan peluang untuk meningkatkan itu,” ujarnya.

Beasiswa tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi karena para lulusan berprestasi dipandang sebagai aset bangsa. Setiap pelaksanaan wisuda, terdapat sekitar 12 wisudawan yang mendapatkan kesempatan tersebut.

“Pemberian beasiswa itu salah satu bentuk apresiasi kita kepada putra-putri wisudawan yang luar biasa dan kita sadar bahwa itu adalah aset negara,” katanya.

Ia menambahkan, Unesa juga berkepentingan mempertahankan lulusan terbaik agar tetap memiliki kesempatan berkembang di dalam negeri. Menurutnya, sejumlah lulusan terbaik sebelumnya bahkan mendapatkan tawaran beasiswa dari perguruan tinggi di luar negeri.

Karena itu, pemberian fasilitas studi lanjut diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi lulusan berprestasi untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memberikan kontribusi bagi Indonesia.

Nurhasan pun berpesan kepada seluruh wisudawan agar menjadikan kelulusan sebagai awal untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

“Harapannya mereka tetap semangat untuk selalu belajar, belajar, dan belajar. Karena perubahan begitu cepat, transformasi digital begitu cepat, sehingga kita tambah ilmu yang lebih tinggi lagi, S2 maupun S3,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Amanah

Editor: Lutfiyu Handi 

 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.