MADIUN (lentera) -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas pemeriksaan dalam pengembangan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi.
Salah satu pihak yang diperiksa adalah Dewi Rahayu Koconingrahayu pejabat PT Kereta Api Indonesia KAI) yang kini menjabat Manager Keuangan KAI Daop 8 Surabaya. Dewi sebelumnya bertugas sebagai Manager Keuangan KAI Daop 7 Madiun.
Pemeriksaan tersebut berlangsung di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Madiun, Kamis (24/9/2026).
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap pihak KAI oleh penyidik KPK. Namun, ia menegaskan pemeriksaan dilakukan dalam kapasitas sebagai saksi.
"Intinya pemanggilan sebagai saksi seperti sebelumnya," kata Tohari saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Tohari juga membenarkan Dewi Rahayu Koconingrahayu pernah menjabat sebagai Manager Keuangan KAI Daop 7 Madiun. Saat ini, Dewi telah dipindahkan ke KAI Daop 8 Surabaya.
"Saat ini Manager Keuangan Daop 8 Surabaya," ujar Tohari.
Menurut Tohari, Dewi pindah dari Daop 7 Madiun ke Daop 8 Surabaya pada 2026, sekitar tiga hingga empat bulan lalu.
"2026, lebih kurang 3-4 bulan yang lalu," tulisnya.
Terpisah, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya pemeriksaan dalam pengembangan dugaan TPPU perkara Maidi.
"Benar, mas," kata Budi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (24/9/2026).
Sebelumnya, KPK menyatakan tengah mengembangkan penyidikan perkara Maidi setelah menemukan dugaan tindak pidana lain berupa gratifikasi dan pencucian uang.
Pemeriksaan sejumlah pihak tersebut menjadi bagian dari upaya penyidik menelusuri aset maupun aliran dana yang diduga berkaitan dengan perkara Maidi.
Selain Dewi, pada hari yang sama KPK juga memeriksa sejumlah pihak dari lingkungan Pemerintah Kota Madiun dan perusahaan swasta.
Dalam pengembangan perkara ini, KPK belum menetapkan tersangka baru. Pemeriksaan terhadap para pihak masih dilakukan untuk mendalami konstruksi perkara dan dugaan aliran aset maupur dana yang tengah ditelusuri penyidik
Reporter : Wiwiet Eko Prasetyo|Editor: Arifin BH




.jpg)
