25 September 2026

Get In Touch

Kasus Influenza A Melonjak 46 Persen, Kesiapan Faskes Harus Diperkuat

 Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa

JAKARTA (Lentera) — Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa, mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memperkuat kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan (Faskes) menyusul meluasnya sebaran kasus Influenza A yang melonjak hingga 46 persen.

Dia mengatakan kesiapan rumah sakit dan puskesmas dinilai vital guna mengantisipasi lonjakan pasien, khususnya kelompok rentan seperti balita dan lanjut usia. “Kami mendapat informasi adanya peningkatan kasus Influenza A di masyarakat. Kondisi ini perlu direspons dengan memperkuat pelayanan kesehatan dan kesiapan rumah sakit dalam menangani pasien yang terinfeksi harus jadi prioritas,” ujar Neng Eem di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Data resmi Kemenkes per minggu ke-36 (19/9/2026) yang mencatat proporsi positif influenza melonjak tajam hingga 46 persen. Dari 86 spesimen positif yang diperiksa, mayoritas didominasi oleh varian Influenza A(H1N1)pdm09, dengan 42 persen penderitanya merupakan balita usia 0–4 tahun.

“Anak-anak dan lansia harus menjadi perhatian khusus karena termasuk kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan ekstra. Pemerintah harus memastikan mereka mendapatkan akses pemeriksaan dan penanganan yang cepat,” tegas Neng Eem merespons data Kemenkes.

Neng Eem mengingatkan pemerintah agar memperketat sistem surveilans, menjamin ketersediaan obat-obatan, serta mengoptimalkan kesiapan tenaga medis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Penguatan deteksi dini diperlukan agar lonjakan pasien tidak sampai menimbulkan kegawatan atau membuat kapasitas rumah sakit kewalahan.

“Jangan sampai peningkatan kasus membuat fasilitas kesehatan kewalahan. Pemerintah harus memastikan kesiapan layanan kesehatan mulai dari tingkat pertama hingga rumah sakit dalam melakukan deteksi dan penanganan pasien,” kata legislator dari Fraksi PKB ini.

Ia juga mengimbau publik untuk tidak panik dan menyarankan masyarakat mengenali gejala klinis umum seperti demam tinggi, menggigil, nyeri otot, hingga sesak napas. Penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diminta kembali digalakkan untuk menekan laju penularan di lingkungan keluarga maupun sekolah.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak panik, serta meningkatkan kewaspadaan melalui pola hidup bersih dan sehat. Jika mengalami gejala berat atau kondisi memburuk, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” tutur Neng Eem.

Di samping itu, Legislator asal Jawa Barat ini mendesak Kemenkes gencar membagikan edukasi publik secara masif mengenai perbedaan influenza biasa dengan infeksi Influenza A. Penyebaran informasi resmi yang akurat dinilai penting untuk mencegah kesimpangsiuran informasi di masyarakat.

“Pemerintah perlu memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai gejala dan pencegahan Influenza A. Edukasi publik yang cepat akan membantu warga mengambil keputusan medis yang tepat,” pungkasnya. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.