22 September 2026

Get In Touch

Cara Merawat Sepatu Velvet agar Tetap Bersih, Lembut dan Awet

Cara Merawat Sepatu Velvet agar Tetap Bersih, Lembut dan Awet

SURABAYA ( LENTERA ) - Sepatu berbahan velvet atau beludru punya daya tarik tersendiri. Permukaannya yang lembut dengan kilau khas membuat sepatu terlihat elegan dan cocok dikenakan saat menghadiri pesta, acara formal, maupun momen spesial.

Namun, di balik tampilannya yang mewah, velvet termasuk material yang sensitif. Permukaannya memiliki serat halus atau pile yang mudah berubah jika terkena air, bergesekan terlalu keras, atau dibersihkan dengan cara yang tidak tepat.

Karena itu, merawat sepatu velvet membutuhkan sedikit perhatian ekstra. Jangan buru-buru mencucinya seperti sepatu berbahan kanvas atau kain biasa.

Hindari air dan tempat lembap

Air dan kelembapan merupakan salah satu musuh utama velvet. Material ini cukup menyerap cairan sehingga noda air dapat meninggalkan bekas atau membuat permukaan seratnya berubah.

Panduan perawatan Charles & Keith juga menyebut velvet sebagai material yang sangat menyerap. Jika terkena cairan, permukaan sebaiknya segera ditepuk menggunakan kain mikrofiber atau bahan penyerap, kemudian dibiarkan mengering secara alami sebelum disimpan.

Karena itu, sebisa mungkin hindari memakai sepatu velvet ketika hujan. Jangan pula menyimpannya di area rumah yang lembap.
Jika terlanjur basah, jangan menggosok permukaannya. Tepuk-tepuk perlahan menggunakan kain kering untuk menyerap air, kemudian biarkan sepatu mengering pada suhu ruangan.

Hindari pula penggunaan pengering rambut atau sumber panas langsung. Panas dapat memengaruhi tekstur material dan membuat bentuk sepatu berubah.

Sikat lembut secara rutin 

Debu yang menempel sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama. Bersihkan sepatu secara rutin menggunakan sikat berbulu lembut.
Sikat perlahan mengikuti arah serat velvet. Tujuannya bukan hanya menghilangkan debu, tetapi juga menjaga agar permukaan pile tetap rapi.

Panduan perawatan dari produsen sepatu asal Italia, FRAU, juga menyarankan penggunaan sikat berbulu lembut untuk velvet. Penyikatan dilakukan secara perlahan agar tekstur material tidak rusak. 

Untuk noda ringan, jangan langsung menggunakan banyak air atau deterjen. Beberapa panduan perawatan merekomendasikan penanganan yang sangat minim kelembapan dan terlebih dahulu melakukan uji pada area yang tidak terlihat.

Disebut, campuran sedikit cuka putih dan air dapat digunakan pada kain bersih untuk membantu menangani noda membandel. Namun, cara ini sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan karena karakter velvet berbeda-beda, tergantung serat dan konstruksinya.

Untuk sepatu berbahan tidak dikenal atau bernilai tinggi, lebih aman mengikuti petunjuk produsen terlebih dahulu.

Simpan di tempat kering 

Cara menyimpan sepatu ikut menentukan panjang pendeknya usia pakai.
Setelah digunakan, pastikan sepatu benar-benar kering sebelum dimasukkan kembali ke tempat penyimpanan. Simpan di area yang kering, sejuk, dan memiliki sirkulasi udara baik.

Jauhkan sepatu velvet dari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama. Menurut panduan perawatan Charles & Keith, produk berbahan velvet sebaiknya disimpan di dalam kotak atau dust bag, di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari sinar matahari, kelembapan, dan udara lembap. 

Untuk menjaga bentuknya, bagian dalam sepatu dapat diisi kertas tisu atau menggunakan shoe tree. Cara ini membantu mencegah sepatu kehilangan bentuk sekaligus mengurangi munculnya lipatan atau kerutan.
Jangan menumpuk sepatu terlalu rapat. Gesekan atau tekanan antarsepatu dapat membuat permukaan velvet menjadi rata atau berubah arah sehingga tampak seperti terkena noda.

Hindari gesekan 

Velvet memang menarik karena teksturnya. Namun, tekstur tersebut juga membuatnya lebih rentan terhadap gesekan.
Karena itu, pertimbangkan kembali penggunaan sepatu velvet ketika harus berjalan di tempat yang sangat ramai, melewati permukaan kasar, atau berada di lokasi yang berisiko membuat sepatu sering bersentuhan dengan benda lain.

Gesekan bahkan dapat terjadi dari hal yang terlihat sepele, seperti kedua kaki yang terus saling bersentuhan ketika berjalan.
Jika permukaan velvet tertekan atau tergesek, arah seratnya dapat berubah. Akibatnya, warna sepatu bisa terlihat berbeda dari sudut tertentu meskipun sebenarnya tidak kotor.

Sejumlah panduan perawatan sepatu juga menekankan pentingnya menjaga permukaan material berbulu agar tidak tertekan atau tergesek selama penyimpanan. 

Serahkan pada profesional

Tidak semua noda harus diselesaikan sendiri di rumah.Jika sepatu velvet terkena noda minyak, tinta, lumpur berat, atau cairan dalam jumlah banyak, sebaiknya jangan bereksperimen dengan berbagai bahan pembersih.

Velvet dapat menunjukkan perubahan warna, bekas air, atau perubahan tekstur ketika terlalu banyak terkena cairan dan gesekan. Sumber perawatan internasional juga menyarankan penanganan profesional untuk material velvet yang mahal, vintage, memiliki hiasan khusus, atau mengalami noda berat. 

Jasa pembersih sepatu profesional memiliki peralatan dan bahan yang dirancang untuk menangani material sensitif. Mereka juga dapat menyesuaikan metode pembersihan berdasarkan jenis serat dan kondisi sepatu.

Untuk sepatu yang sangat bernilai, membawa ke profesional justru dapat menjadi pilihan lebih aman daripada mencoba membersihkannya sendiri.

Kunci merawat sepatu velvet adalah memperlakukannya secara lembut. Hindari air dan kelembapan berlebihan, bersihkan debu secara rutin dengan sikat lembut, simpan di tempat kering, jauhkan dari gesekan, dan jangan ragu menggunakan jasa profesional ketika noda sudah sulit ditangani.(far,ist/dya)
 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.