20 September 2026

Get In Touch

Perkuat Hilirasi Tembakau, Enam Produsen Cerutu Jember Tembus Pasar Ekspor ke 45 Negara

Bupati Jember Gus Fawait saat meninjau salah satu produsen cerutu Jember yakni Bin Cigar yang brandnya sudah sangat populer.
Bupati Jember Gus Fawait saat meninjau salah satu produsen cerutu Jember yakni Bin Cigar yang brandnya sudah sangat populer.

JEMBER (Lentera) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus menggenjot hilirisasi komoditas tembakau lokal untuk meningkatkan nilai tambah, serta daya saing ekspor kawasan.

Langkah strategis ini ditegaskan langsung oleh Bupati Jember, Gus Fawait saat meninjau salah satu produsen cerutu terbesar di Jember, PT Bin (Boss Image Nusantara) Cigar. 

 

Bupati Jember Gus Fawait mengungkapkan, bahwa Jember kini menaungi sedikitnya enam pabrikan cerutu. Dari total produksi yang dihasilkan, sekitar 90 persen di antaranya difokuskan untuk pasar luar negeri.

"Jember kini mengukuhkan diri sebagai daerah pengisi pasar ekspor cerutu terbesar di Indonesia. Produk kita sudah menembus hampir 45 negara, termasuk pengiriman terbaru ke Amerika Serikat, Timur Tengah, Eropa seperti Yunani dan Jerman hingga Tiongkok serta kawasan ASEAN," jelas Bupati Jember Gus Fawait.

Tercatat 4 perusahaan cerutu di Jember yang sudah berskala nasional. Rinciannya, Mangli Djaya Raya (MDR), Kopkar Kartanegara, Dwipa Nusantara Tobacco, dan PT BIN Cigar. Selain itu juga masih ada 2 produsen cerutu skala internasional yang ada di Jember yakni Burger Sohne AG dan Villinger Sohne AG. Selain ekspor reguler, produk cerutu asal Jember juga telah memasok toko bebas bea di sekitar 10 negara.

"Pencapaian ini membuktikan bahwa hilirisasi tembakau di Jember berhasil mengubah komoditas mentah menjadi produk bernilai jual tinggi," terangnya. 

Di samping mendorong percepatan industri hilir, Pemkab Jember memberikan perhatian khusus pada kesejahteraan para petani tembakau.

Menanggapi fluktuasi harga tembakau yang kerap dipengaruhi dinamika pasar global, pemerintah daerah telah menyalurkan jaminan kesehatan, jaminan sosial ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan), serta berencana memberikan bantuan sarana pendukung pertanian.

Bupati Gus Fawait juga menambahkan, selain sektor tembakau dan cerutu, Jember juga mengandalkan pelbagai komoditas penyumbang devisa lainnya, seperti kopi, edamame, cokelat, serta beragam produk kerajinan UMKM.

"Pemkab bertekad untuk terus mendampingi serta memfasilitasi ekspansi pasar bagi seluruh komoditas unggulan tersebut," pungkasnya. (ads)

 

Reporter: Moko

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.