ISLAMABAD (Lentera) - Serangan bom bunuh diri yang menargetkan kompleks kepolisian di Pakistan barat laut saat salat Jumat, menewaskan sedikitnya 21 orang, termasuk lima warga sipil dan 16 polisi. Selain itu lebih dari 70 lainnya terluka.
Menurut laporan stasiun penyiaran lokal Geo News yang mengutip sejumlah pejabat, korban berjatuhan setelah sebuah kendaraan bermuatan bahan peledak menabrak gerbang Old Police Lines di distrik Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, kata seorang pejabat senior kepolisian seperti dikutip .
Melansir Anadolu, Jumat (18/9/2026), Tahir Ali Shah, pejabat tertinggi di Rumah Sakit Distrik Kohat, mengkonfirmasi ada 15 jenazah telah dibawa ke rumah sakit, selain itu juga ada sejumlah korban luka.
Polisi mengatakan enam "teroris", termasuk seorang pelaku bom bunuh diri, juga tewas dalam serangan tersebut. Ledakan tersebut menyebabkan terbentuknya kawah di luar masjid yang berada di dalam kompleks kepolisian.
Menurut kepala kepolisian Khyber Pakhtunkhwa, ledakan bom bunuh diri lainnya terjadi di sebuah gedung unit khusus kepolisian saat berlangsung baku tembak.
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban dalam serangan di Kohat.
"Pemberantasan sepenuhnya terhadap Fitna al-Khawarij dan teroris sangat penting bagi keamanan nasional," kata Zardari melalui platform media sosial AS, X.
Fitna al-Khawarij merupakan istilah yang digunakan Islamabad untuk merujuk pada kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).(*)
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)
