Tanggapi Keluhan Pedagang Pasar Tanjung, Pemkab Jember Bakal Revitalisasi Senilai Rp 250 Miliar
JEMBER (Lentera) - Pemerintah Kabupaten Jember bergerak cepat merespons keluhan para pedagang Pasar Tanjung terkait makin sepinya pembeli dan transaksi perdagangan. Bupati Jember Gus Muhammad Fawait memastikan proses revitalisasi yakni penataan dan pengelolaan pasar akan diperbaiki agar kembali menarik minat masyarakat agar pendapatan pedagang bisa membaik.
Revitalisasi Pasar Tanjung Jember ini mencakup pengaturan jadwal berdagang untuk menyelesaikan persoalan ketimpangan pendapatan antara pedagang di lantai atas dan pedagang di area bawah yang beroperasi sejak dini hari. “Mereka menyampaikan kalau semakin sepi bagi pedagang yang ada di atas, karena banyak konsumen yang membeli di bawah,” kata Bupati Jember Gus Fawait usai berdialog dengan para pedagang Pasar Tanjung, Rabu (16/9).
Gus Fawait juga menilai perlu adanya regulasi soal jadwal jam operasional yang adil agar aktivitas jual beli di kedua area pasar dapat berjalan selaras dan adil bagi pedagang pasar. “Ini yang perlu kita tata, misalnya kita ambil kebijakan untuk pengaturan waktu atau jam nya. Sehingga para pedagang di bawah dan di atas tidak bertabrakan,” ujar Gus Fawait.
Selain itu, baik pedagang di bawah maupun atas dalam dan luar ini, mereka sama-sama cari makan. "Maka kita akan atur agar semua bisa mendapatkan penghasilan,” lanjutnya. Selain penataan operasional, Pemkab Jember juga menyiapkan rencana revitalisasi fisik bangunan Pasar Tanjung yang dinilai sudah kurang layak. Perbaikan fasilitas pasar ini didukung oleh anggaran dari pemerintah pusat.
“Jadi setelah kunjungan kami bersama Menteri PU, kita berhasil mendapatkan bantuan revitalisasi sebesar Rp250 miliar. Ini untuk memperbaiki Pasar Tanjung agar lebih baik, sehingga menarik minat para konsumen jika pasarnya dalam kondisi baik fasilitasnya dan bersih,” ungka Gus Fawait.
Ada beberapa komitmen Pemkab Jember yang terus perlu dikawal untuk para pedagang Pasar Tanjung:
1. Penurunan pajak untuk meringankan beban pedagang.
2. Anak-anak pedagang dipastikan mendapatkan beasiswa.
3. Pasar Tanjung akan dibangun dan saat ini prosesnya sudah berjalan menuju pembangunan.
4. Seluruh pedagang dipastikan mendapatkan perlindungan BPJS Kesehatan melalui UHC Prioritas.
5. Kebutuhan mushola sudah kami penuhi.
Selain itu, rencana besar perbaikan bangunan dan sejumlah pemenuhan fasilitas dan jaminan sosial juga diberikan pada para pedagang juga terus direalisasikan oleh pemerintah daerah. “Mereka minta mushola sudah dibangun, kita kasi juga pelayanan kesehatan gratis, kemudian untuk anaknya dikasih beasiswa dan kami terus berkomitmen untuk kepentingan rakyat,” pungkas Gus Fawait.
Sehari sebelumnya terjadi aksi demonstrasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jember bersama pedagang dan masyarakat Pasar Tanjung di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember berlangsung tegang hingga menyebabkan Kadiskop Sartini yang menangani pasar, pingsan.
Massa mendesak Pemkab Jember segera membenahi tata kelola Pasar Tanjung yang dinilai semrawut dan belum mampu menjawab persoalan pedagang, termasuk adanya pungutan liar oleh oknum tertentu. (mok/ads)
Editor: Arifin BH





.jpg)
