Harga Material Naik, Pemkab Malang Putar Otak Agar Target Perbaikan Jalan Tak Berkurang
MALANG (Lentera) - Kenaikan harga material membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang harus memutar otak agar target perbaikan jalan pada 2026 tetap terjaga.
Sebab, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengatakan eskalasi harga minyak dunia memberikan pengaruh terhadap biaya pelaksanaan pekerjaan jalan, berpotensi mengurangi panjang jalan yang dapat ditangani dengan anggaran yang tersedia.
"Prinsipnya kami sudah melakukan review harga dan segala macam. Kami sudah antisipasi itu," ujar pria yang akrab dengan sapaan Oong tersebut, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, pada tahap awal perencanaan di APBD Murni, harga yang digunakan belum memperhitungkan kenaikan harga yang terjadi. Karena itu, ketika terjadi eskalasi harga minyak dunia, Dinas PU Bina Marga langsung melakukan penyesuaian harga satuan.
Harga tersebut, lanjut Oong, diperbarui secara berkala berdasarkan perkembangan harga minyak dunia yang dipantau setiap pekan.
Setelah harga satuan diperbarui, proses kontrak dan pelaksanaan pekerjaan kemudian dilakukan. Langkah tersebut dilakukan agar tidak terjadi kesenjangan antara harga satuan yang digunakan dalam perencanaan dengan kondisi harga saat pekerjaan dilaksanakan.
"Setelah berkontrak, sudah langsung dieksekusi untuk pekerjaan fisiknya. Sehingga tidak ada gap antara harga satuan lama dengan yang baru," jelasnya.
Oong mengakui, kenaikan harga tetap berpengaruh terhadap panjang jalan yang dapat ditangani apabila hanya mengandalkan anggaran untuk pekerjaan tertentu.
Ia memberikan gambaran, pekerjaan yang sebelumnya dengan anggaran Rp1 miliar dapat mencakup sekitar 1 kilometer jalan, dengan kenaikan harga saat ini cakupannya dapat menyusut menjadi sekitar 900 meter.
Namun, kekurangan tersebut diupayakan ditutup melalui kegiatan pemeliharaan rutin. "Sisanya misal 100 meter itu kami bisa tutupi dengan pemeliharaan jalan rutin," katanya.
Pemeliharaan rutin tersebut, salah satunya dapat dilakukan menggunakan campuran aspal panas. Dengan skema ini, pihaknya berupaya menjaga agar target panjang jalan yang menjadi sasaran penanganan tidak ikut berkurang akibat kenaikan harga.
"Intinya, panjang jalan jangan sampai targetnya berkurang. Sehingga kalau belanja modalnya tidak cukup, maka kami tutup dengan pemeliharaan rutin melalui belanja rutin," terang Oong.
Di sisi lain, Oong menyebut pelaksanaan pekerjaan jalan di Kabupaten Malang hingga akhir Agustus 2026 telah mencapai sekitar 50 persen. Capaian tersebut mencakup sejumlah pekerjaan, mulai dari pemeliharaan jalan, peningkatan jalan, pembuatan jembatan, hingga fasilitasi jalan.
Sebagai informasi, total panjang jalan kabupaten Malang yang menjadi kewenangan dan penanganan Dinas PU Bina Marga pada 2026 mencapai sekitar 1.641 hingga 1.644 kilometer.
Dari total tersebut, sekitar 20 persen atau 328 kilometer menjadi fokus prioritas penanganan karena mengalami kerusakan ringan. Selain jalan kabupaten, penanganan jalan lingkungan desa pada 2026 mencakup total panjang sekitar 53 kilometer. (*)
Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
