13 September 2026

Get In Touch

Hari Kelima Cari Rombongan Jurnalis, Tim SAR Temukan Dua Life Jacket, Helm, dan Jeriken

Hari kelima, Tim SAR memperluas pencarian rombongan Jurnalis hilang di Selat Sunda hingga 4.600 NM² lewat laut dan udara (Basarnas )
Hari kelima, Tim SAR memperluas pencarian rombongan Jurnalis hilang di Selat Sunda hingga 4.600 NM² lewat laut dan udara (Basarnas )

PANDEGLANG (Lentera) -Tim SAR gabungan menemukan empat barang saat mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau, Sabtu (12/9/2026).

Empat barang tersebut terdiri dari satu jeriken minyak berwarna biru, satu helm merah, serta dua jaket pelampung atau life jacket berwarna oranye dan merah.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan, seluruh temuan tersebut ditemukan oleh KN SAR Tetuka saat melakukan penyisiran di sektor lima.

"Saat ini (empat barang tersebut) dalam perjalanan menuju Dermaga Ciwandan," kata Amrad di Posko SAR Carita, Pandeglang.

Amrad merinci, jeriken minyak berwarna biru ditemukan sekitar pukul 10.05 WIB. Kemudian, pada pukul 12.33 WIB, tim menemukan helm berwarna merah.

Selanjutnya, pada pukul 17.10 WIB, KN SAR Tetuka menemukan life jacket berwarna oranye. Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 18.09 WIB, kembali ditemukan life jacket berwarna merah. 

Amrad mengatakan, barang-barang tersebut ditemukan di sejumlah titik koordinat yang berbeda di wilayah pencarian.

"Untuk hasil identifikasi nanti disampaikan lebih lanjut oleh pihak yang berwenang. Kami sudah menyerahkan temuan tersebut, tinggal kita tunggu bersama hasilnya," ujarnya.

Ia menegaskan, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah barang-barang tersebut berkaitan dengan speedboat Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis dan tiga kru kapal.

Sebelumnya, tim SAR juga menemukan dua life jacket dalam operasi pencarian.

Namun, Kapolda Banten Irjen Hengki pada Sabtu memastikan dua life jacket yang ditemukan pada hari ketiga dan keempat bukan merupakan perlengkapan keselamatan milik Arupadhatu 1 berdasarkan keterangan pemilik kapal, Sandi Wiyasa.

Selain menemukan sejumlah barang, pencarian hari kelima belum menemukan keberadaan delapan orang yang dilaporkan hilang kontak.

Sebanyak 14 alat utama atau alut dikerahkan dalam operasi hari kelima dan dibagi menjadi tujuh sektor pencarian. Salah satunya merupakan sektor pencarian udara menggunakan Helikopter Rescue 3604.

Namun, pencarian udara hanya berlangsung sekitar 41 menit karena kondisi berkabut tebal. Sortie kedua tidak dapat dilakukan karena jarak pandang terbatas.

Amrad mengatakan, kabut tebal menjadi kendala utama yang dilaporkan seluruh unsur SAR yang melakukan pencarian.

"Kendala utama di lapangan berdasarkan laporan seluruh tim SAR gabungan adalah kabut tebal yang sangat mengganggu jarak pandang," kata dia.

Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal, serta tiga kru speedboat Arupadhatu 1, yaitu Warta, Surakman, dan Heriyanto.

Hingga pencarian hari kelima berakhir, keberadaan mereka masih belum diketahui. Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada Minggu (13/9/2026)*

Editor: Arifin BH/Kompas

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.