Polda Banten Pastikan Temuan Rompi Pelampung Bukan Milik Kapal Rombongan Jurnalis yang Hilang
PANDEGLANG (Lentera) -Pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) terus berlanjut hingga hari keempat operasi SAR.
Di tengah upaya pencarian tersebut, temuan pelampung oleh tim di lapangan sempat menjadi perhatian, namun dipastikan bukan milik kapal yang digunakan para jurnalis.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menegaskan bahwa hasil pemeriksaan terhadap pelampung yang ditemukan di perairan sekitar lokasi pencarian tidak berkaitan dengan kapal yang ditumpangi tim jurnalis.
Apa hasil pemeriksaan temuan pelampung di lokasi pencarian?
Menurut Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, pelampung yang ditemukan tidak identik dengan perlengkapan keselamatan milik kapal yang hilang, yakni Kapal Arupadhatu 1.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan (pelampung) bukan merupakan milik Kapal Arupadhatu 1 yang sampai sekarang belum ditemukan. Life jacket warna oranye dan pelampung warna putih bukan alat-alat keselamatan yang dimiliki oleh kapal Arupadhatu," katanya di Pos SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (11/9/2026) dikutip dari Antara.
Keterangan Kapolda juga diperkuat oleh pemilik Kapal Arupadhatu 1, Sandi, yang telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Ia memastikan bahwa pelampung yang ditemukan bukan milik kapal yang disewakan untuk perjalanan liputan tersebut.
Sandi menegaskan bahwa semua perlengkapan keselamatan di kapalnya dalam kondisi lengkap saat keberangkatan, termasuk jumlah life jacket yang sesuai standar operasional wisata.
"Saya tadi sudah dimintai keterangan oleh pihak yang berwajib, boleh Polairud, saya pastikan (pelampung) bukan milik saya," ujar dia.
Ia juga menjelaskan bahwa perlengkapan keselamatan di kapalnya memiliki variasi warna dan jumlah yang cukup untuk penumpang.
"Saya tidak bisa memastikan life jacket, karena warnanya (di masing-masing kapal) beragam, ada biru, merah, tapi itu minimal ada 10 karena life jacket itu kalau milik kita untuk wisata, itu digunakan untuk snorkeling oleh tamu-tamu, jadi, dipastikan lebih dari 10," tuturnya.
Dengan demikian, dugaan awal bahwa pelampung tersebut berasal dari kapal jurnalis resmi dikesampingkan oleh penyidik dan pemilik kapal.
Bagaimana perkembangan operasi pencarian hari keempat?
Sementara itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus mengintensifkan operasi pencarian di hari keempat. Upaya dilakukan dengan memperluas area penyisiran di sekitar perairan Selat Sunda dan wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyampaikan bahwa sebanyak 13 kapal dikerahkan dalam operasi pencarian yang dibagi ke dalam empat sektor berbeda untuk memperluas jangkauan.
"Untuk hari ini, kami menggerakkan 13 alutsista yang terbagi dalam empat sektor," katanya.
Kapal dan unsur yang dilibatkan dalam operasi ini meliputi berbagai armada gabungan TNI, Polri, dan Basarnas, di antaranya KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB P Peucang, RIB Lampung, KAL Pahowang, TB Gunung Santri, dan KRI Lepu (*)
Editor: Arifin BH




.jpg)
