10 September 2026

Get In Touch

Dana ZIS Kembali ke Warga, Pemkab Sidoarjo Genjot Penguatan UPZ Tingkat Desa

Pj. Sekretaris Daerah Mohammad Ainur Rohman menyampaikan arahan dalam Rapat Optimalisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (9/9/2026).
Pj. Sekretaris Daerah Mohammad Ainur Rohman menyampaikan arahan dalam Rapat Optimalisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (9/9/2026).

SIDOARJO (Lentera) - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendorong pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh 346 desa/kelurahan untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak dan sedekah (ZIS). Langkah tersebut diharapkan mampu mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat sekaligus menggarap potensi zakat Kabupaten Sidoarjo yang diperkirakan mencapai Rp2,2 triliun per tahun.

Dorongan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Pengumpulan ZIS Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026 di Pendopo Delta Wibawa pada Rabu (9/9/2026). Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Mohammad Ainur Rohman mengatakan, optimalisasi ZIS membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, pemerintah desa/kelurahan hingga masyarakat.

Menurut Ainur, pengumpulan zakat di Sidoarjo saat ini sudah berjalan baik, namun masih memiliki ruang yang besar untuk terus ditingkatkan. Salah satu langkah strategisnya adalah memperkuat UPZ hingga tingkat desa dan kelurahan. “Sekarang pengumpulan sudah maksimal, tapi belum optimal. Sudah baik, tapi perlu ditingkatkan,” ujar Ainur.

Ia mendorong seluruh kepala desa dan lurah memfasilitasi pembentukan UPZ Desa/Kelurahan. Penguatan tersebut juga sejalan dengan Pasal 5 Perbup Sidoarjo Nomor 24 Tahun 2025 yang mengatur optimalisasi pengumpulan ZIS.

Berdasarkan data BAZNAS Sidoarjo, kinerja pengelolaan ZIS menunjukkan capaian yang cukup signifikan. Pada 2025, total pengumpulan ZIS mencapai Rp 16,375 miliar, terdiri dari zakat Rp896,84 juta, infak/sedekah Rp12,93 miliar dan penerimaan lainnya Rp 2,54 miliar.

Dari dana tersebut, BAZNAS Sidoarjo menyalurkan Rp 11,507 miliar, melalui lima pilar program. Terbesar melalui program Sidoarjo Peduli sebesar Rp 8,348 miliar untuk kebutuhan kemanusiaan seperti bedah rumah RTLH, sembako dan biaya hidup dhuafa. 

Selanjutnya Sidoarjo Cerdas Rp 1,599 miliar, Sidoarjo Taqwa Rp 926,55 juta, Sidoarjo Sehat Rp 461,45 juta dan Sidoarjo Makmur Rp 172,3 juta. Sementara pada periode Januari hingga Juli 2026, total pengumpulan bersih mencapai Rp 8,556 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 8,111 miliar telah disalurkan melalui lima pilar program, dengan rasio efisiensi penyaluran mencapai 94,8 persen atau masuk kategori “sangat tinggi” berdasarkan standardisasi BAZNAS RI.

Ainur mengatakan capaian tersebut menunjukkan pengelolaan ZIS di Sidoarjo telah berjalan dengan baik. Namun, tantangan berikutnya adalah memperluas jangkauan penghimpunan agar potensi zakat yang besar di Sidoarjo dapat dioptimalkan.

“Potensi zakat Sidoarjo yang mencapai Rp 2,2 triliun setahun berdasarkan riset BAZNAS RI dapat kita garap bersama,” katanya. Sementara itu, Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar mengatakan penguatan UPZ desa menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan penghimpunan sekaligus memastikan dana ZIS dapat kembali kepada masyarakat di wilayah masing - masing.

“Dana ini akan digunakan langsung untuk membantu tetangga dekat kita yang membutuhkan bantuan bedah rumah, biaya berobat, beasiswa, hingga modal usaha mikro,” ujarnya. (*)

 

Reporter : Teguh
Editor: Lutfiyu Handi 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.