09 September 2026

Get In Touch

SDGs FAIR 2026, Unesa Dorong Inovasi Kampus jadi Solusi Nyata bagi Masyarakat

Unesa SDGs FAIR 2026 yang berlangsung di Bali.
Unesa SDGs FAIR 2026 yang berlangsung di Bali.

SURABAYA (Lentera ) — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendorong hasil riset dan pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada lingkungan akademik, tetapi dapat diterapkan menjadi solusi atas berbagai persoalan di masyarakat. 

Upaya tersebut ditunjukkan melalui Unesa SDGs FAIR 2026: Diseminasi Inovasi Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) di Prime Plaza Hotel Sanur, Bali, 27-29 Juni 2026.

Kegiatan yang diinisiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unesa tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus mendiseminasikan berbagai inovasi hasil pengabdian dosen dan mahasiswa. 

Agenda ini juga diarahkan untuk memperluas kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.

Puluhan inovasi dipamerkan dalam SDGs FAIR 2026. Inovasi tersebut mencakup berbagai bidang, antara lain pendidikan, teknologi tepat guna, kesehatan masyarakat, pemberdayaan UMKM, literasi digital, pengolahan limbah ramah lingkungan, hingga pengembangan desa berdasarkan potensi lokal.

Berbagai program tersebut, merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Inovasi yang dihasilkan diarahkan untuk menjawab kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target SDGs.

Di antaranya berkaitan dengan pendidikan berkualitas, pengentasan kemiskinan, peningkatan kesempatan ekonomi, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, pengelolaan lingkungan, serta pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.

Ketua LPPM Unesa, Muhammad Turhan Yani mengatakan SDGs FAIR menjadi salah satu langkah kampus memperkuat hilirisasi hasil riset dan pengabdian. Dengan hilirisasi, pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan terukur bagi masyarakat.

"Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mendiseminasikan berbagai inovasi pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan oleh sivitas akademika Unesa. Kami ingin memastikan bahwa program-program pengabdian yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata, memberdayakan masyarakat, dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals," ujarnya dikutip Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, persoalan pembangunan berkelanjutan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor agar inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki keberlanjutan setelah program pengabdian selesai.

Karena itu, SDGs FAIR 2026 juga menjadi ruang pertemuan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan tersebut diikuti dosen, mahasiswa, mitra pengabdian, pemerintah daerah, komunitas, serta sejumlah pihak dari berbagai daerah.

Selama pameran, peserta dapat melihat secara langsung produk dan model inovasi yang dikembangkan. Mereka juga berdiskusi dengan tim pengembang mengenai proses penerapan inovasi, manfaat yang telah dihasilkan, tantangan di lapangan, hingga peluang pengembangan dan kerja sama lebih lanjut.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center Unesa, Bambang Sigit Widodo mengatakan kegiatan tersebut mencerminkan komitmen kampus, dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional dan global.

"Unesa terus berkomitmen mendukung pencapaian SDGs melalui berbagai program riset dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana inovasi akademik dapat dihilirisasi menjadi solusi nyata dalam bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial, maupun lingkungan," ungkapnya.

Selain pameran, SDGs FAIR 2026 menghadirkan forum diskusi dan berbagi praktik baik mengenai pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berbasis SDGs. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk bertukar pengalaman mengenai strategi pemberdayaan masyarakat, tantangan implementasi program, serta pola kolaborasi yang dapat menghasilkan dampak sosial secara berkelanjutan.

Penyelenggaraan kegiatan di Denpasar, Bali, juga menjadi bagian dari upaya Unesa memperluas jejaring kerja sama di tingkat nasional. Bali memiliki berbagai praktik pembangunan yang menggabungkan aspek sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan, sehingga menjadi ruang strategis untuk mempertemukan gagasan dan pengalaman dari berbagai daerah.

Melalui SDGs FAIR 2026, Unesa tidak hanya memamerkan hasil pengabdian, tetapi juga mendorong agar inovasi perguruan tinggi dapat direplikasi, dikembangkan bersama mitra, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai salah satu aktor penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (ADV)

 

Reporter: Amanah

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.