08 September 2026

Get In Touch

Belasan Sekolah di Kota Malang Butuh Renovasi, Dikbud Usul Tambahan Anggaran Rp1,5 Miliar

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana. (Santi/Lentera)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp1,5 miliar melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) untuk renovasi belasan sekolah yang dinilai membutuhkan penanganan mendesak.

"Kami memang kemarin mengajukan di PAK untuk anggaran tambahan renovasi sekolah. Besarannya sekitar Rp1,5 miliar. Itu untuk renovasi sekolah yang sifatnya urgent," ujar Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, terdapat belasan sekolah yang masuk dalam usulan tersebut. Sekolah yang membutuhkan perbaikan tersebar mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Suwarjana menegaskan, usulan tambahan anggaran tersebut hingga kini masih dalam proses pembahasan dan belum mendapatkan persetujuan. "Belum. Mudah-mudahan disetujui. Ini kan juga masih proses pembahasan," katanya.

DIa  menjelaskan pengajuan anggaran tambahan dilakukan karena program revitalisasi sekolah saat ini sebagian besar bersumber dari pemerintah pusat. Dengan kondisi tersebut, Disdikbud berupaya mengusulkan perbaikan melalui APBD bagi sekolah yang belum mendapatkan alokasi revitalisasi dari pusat, tetapi kondisinya sudah mendesak.

"Karena kebanyakan sekarang revitalisasi itu dari pusat. Sehingga yang belum tersentuh anggaran dari pusat, kemudian sudah urgent, itu kami usulkan," jelasnya.

Salah satu kondisi yang menjadi perhatian utama adalah kerusakan pada bagian atap bangunan sekolah. Menurut Suwarjana, kerusakan atap perlu segera ditangani karena berpotensi membahayakan keselamatan warga sekolah.

Sementara itu, berdasarkan dokumen jawaban Wali Kota Malang terhadap pandangan umum fraksi DPRD Kota Malang terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) PAK 2026, tercantum adanya penambahan alokasi untuk perbaikan sejumlah sekolah.

Dalam dokumen tersebut disebutkan, tambahan anggaran perbaikan sekolah mencapai Rp1,4 miliar untuk 14 lembaga TK-SD serta Rp76 juta untuk satu lembaga SMP. Dengan demikian, total anggaran rehabilitasi sedang/berat yang bersumber dari APBD 2026 tercatat sebesar Rp3,1 miliar untuk 24 SD dan Rp207 juta untuk 2 SMP. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.