07 September 2026

Get In Touch

Inspiring EduTalk di Surabaya Dorong Pelajar Kenali Talenta dan Raih Peluang Beasiswa Garuda

Kegiatan Inspiring EduTalk Bootcamp Regional Jawa Timur yang berlangsung di SMP Al-Hikmah Surabaya. (Amanah/Lentera)
Kegiatan Inspiring EduTalk Bootcamp Regional Jawa Timur yang berlangsung di SMP Al-Hikmah Surabaya. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) – Menemukan dan mengembangkan talenta sejak bangku sekolah, dinilai menjadi salah satu kunci untuk menyiapkan generasi muda Indonesia menghadapi persaingan global.

Tak cukup hanya mengenali potensi, pelajar juga membutuhkan pendampingan berkelanjutan, serta akses terhadap pendidikan tinggi dan peluang pengembangan diri.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Inspiring EduTalk Bootcamp Regional Jawa Timur, bertema “Penguatan Manajemen Talenta Melalui Peningkatan Kapasitas Menuju Perguruan Tinggi Terbaik Dunia” yang digelar di SMA Al-Hikmah Surabaya, Senin (7/9/2026). 

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS dari daerah pemilihan Jawa Timur I (Surabaya-Sidoarjo), Reni Astuti mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kebijakan pemerintah, khususnya terkait Beasiswa Garuda, kepada para pelajar dan guru pendamping.

Menurutnya, informasi mengenai peluang pendidikan harus semakin dekat dengan pelajar agar talenta-talenta muda Indonesia memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkembang hingga menempuh pendidikan di perguruan tinggi terbaik dunia.

“Ini sebagai bentuk perhatian dari kami, DPR RI Komisi X dan juga Kemendikbudristek, untuk mengenalkan program kebijakan dari pemerintah, utamanya terkait sosialisasi Beasiswa Garuda,” kata Reni.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pelajar sebagai peserta, tetapi juga guru pendamping dari berbagai sekolah. Dengan demikian, informasi mengenai program pemerintah diharapkan dapat diteruskan dan dikembangkan di lingkungan sekolah.

Reni menilai, keberadaan figur inspiratif dalam kegiatan tersebut juga penting untuk membuka wawasan peserta. Dalam Inspiring EduTalk, pelajar mendapatkan perspektif dari akademisi maupun anak muda yang memiliki pengalaman menempuh pendidikan di luar negeri.

“Tentu dengan narasumber yang hadir, baik juga dari Unesa, dan juga ada Mas Azka dari Oxford, bisa menginspirasi peserta yang hadir pada kesempatan kali ini,” ujarnya.

Ia berharap, semakin banyak pelajar Indonesia yang berani mengembangkan kemampuan dan memanfaatkan program pemerintah sebagai jalan untuk melanjutkan pendidikan serta mengembangkan talenta mereka.

“Sehingga kemudian talenta-talenta muda Indonesia ini akan semakin banyak dan juga punya kesempatan, dan pemerintah sudah menyiapkan programnya,” harapnya.

Sementara itu, Dekan FMIPA Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof. Wasis menekankan pentingnya inovasi dalam membangun daya saing generasi muda. Menurutnya, pembinaan talenta tidak boleh berhenti pada penemuan bakat, tetapi harus dilanjutkan dengan pendampingan dan pemberian ruang untuk menghasilkan karya.

Ia mencontohkan, salah satu hasil pembinaan talenta di Unesa berupa solar tracker, yakni rancangan panel surya yang dapat bergerak mengikuti arah cahaya matahari sehingga berpotensi mengoptimalkan energi yang dihasilkan. “Inovasilah yang men-support orang bisa survive di masa depan,” kata Wasis.

Menurutnya, semakin banyak pelajar yang didorong untuk berinovasi, semakin besar pula peluang lahirnya generasi yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di masa depan.

Untuk itu, ia menyebut, setidaknya ada tiga hal penting dalam membangun ekosistem talenta. Pertama, talenta harus ditemukan. Kedua, talenta yang telah ditemukan harus memperoleh pendampingan berkelanjutan. Ketiga, mereka harus mendapatkan peluang untuk membangun masa depan.

“Harus ditemukan dulu memang adik-adik itu. Tapi talenta itu harus ditemukan, kemudian yang kedua harus ada pendampingan berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam konteks pembinaan, Wasis mengatakan, Unesa melalui FMIPA telah terlibat dalam pembinaan talenta selama dua tahun. Prosesnya dimulai dari identifikasi siswa di sekolah, kemudian dilanjutkan dengan keterlibatan siswa dan guru dalam program pendampingan.

Menurutnya, proses tersebut membutuhkan perencanaan yang matang. Talenta yang sudah ditemukan tidak akan berkembang optimal apabila tidak memperoleh pembinaan secara konsisten.

“Sehebat apa pun kalau dilakukan tanpa rencana, itu tetap diyakini bagus yang menggunakan rencana. Kita harus yakin,” ujarnya.

Wasis juga menyoroti, pentingnya memastikan persoalan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi pelajar bertalenta untuk melanjutkan pendidikan. Menurut dia, program beasiswa menjadi bagian penting dalam menciptakan kesempatan yang lebih merata.

“Peluang masa depan dalam bentuk beasiswa dan seterusnya itu harus diperbanyak,” katanya.

Ia menilai, program seperti Beasiswa Garuda dapat menjadi jembatan bagi siswa yang telah memiliki talenta dan mendapatkan pembinaan agar mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Tanpa dukungan tersebut, kata Wasis, proses menemukan dan membina talenta berpotensi berhenti di tengah jalan. Sebaliknya, ketika akses pendidikan dibuka lebih luas, talenta yang telah dibangun dapat berkembang dan pada akhirnya memberikan kontribusi bagi bangsa.

Ia mengingatkan, bahwa pembinaan talenta juga menuntut perubahan cara belajar di sekolah maupun perguruan tinggi. Guru dan dosen tidak lagi cukup hanya menjadi pihak yang menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik.

Menurutnya, pendidik perlu membangun suasana yang memungkinkan siswa aktif menemukan minat, mengeksplorasi gagasan, serta mengembangkan kemampuan secara mandiri.

“Kalau masih menggunakan gaya ekspositori, merasa guru, dosen paling hebat, terus kita menyampaikan apa yang kita miliki, terus berharap adik-adik ini mendengarkan, itu perlu kita evaluasi,” tuturnya.

Ia menilai, generasi muda saat ini memiliki akses informasi dan peluang yang jauh lebih luas. Karena itu, pola pendampingan juga harus berubah dari sekadar memberikan materi menjadi membangun ekosistem yang mampu memantik rasa ingin tahu, kreativitas, jejaring, dan keberanian untuk mencoba.

"Dengan talenta yang ditemukan sejak dini, pendampingan yang konsisten, serta akses pendidikan melalui program beasiswa, generasi muda Indonesia diharapkan tidak hanya mampu melanjutkan pendidikan ke kampus terbaik dunia, tetapi juga pulang membawa pengetahuan dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat," tutupnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.