04 September 2026

Get In Touch

Twitter Hidup Lagi, Sedang Uji Coba

Twitter Hidup Lagi, Sedang Uji Coba

SURABAYA  ( LENTERA ) - Nama Twitter kembali muncul di dunia media sosial. Startup asal Virginia, Amerika Serikat, Operation Bluebird meluncurkan Twitter.now, platform jejaring sosial baru yang mencoba menghidupkan kembali nama dan nuansa Twitter sebelum diambil alih Elon Musk.

Layanan tersebut kini memasuki tahap uji coba dan membuka akses awal dengan biaya US$20. Operation Bluebird menyebut Twitter.now bukan upaya untuk sekadar menghidupkan platform lama, melainkan membangun layanan baru dengan penekanan pada kepercayaan, transparansi, dan kendali pengguna.

Peluncuran ini menarik perhatian karena terjadi di tengah sengketa hukum antara Operation Bluebird dan X Corp., perusahaan yang mengoperasikan platform milik Elon Musk.
Perselisihan bermula setelah Musk mengubah nama Twitter menjadi X pada 2023. Operation Bluebird kemudian berargumen bahwa X telah meninggalkan identitas dan sejumlah kekayaan intelektual yang berkaitan dengan merek Twitter.

Salah satu pendiri Operation Bluebird, Stephen Coates, merupakan mantan pengacara Twitter sebelum era Musk. Ia meyakini perubahan nama tersebut membuka peluang untuk menggunakan kembali merek Twitter.

"Ketika X Corp. meninggalkan merek Twitter, kami melihat kesempatan untuk membangun sesuatu yang baru: ruang publik yang diatur berdasarkan kepercayaan, transparansi, dan pilihan pengguna," kata Coates, seperti dikutip TechCrunch.

Coates menegaska Twitter.now tidak dimaksudkan untuk mengembalikan Twitter versi lama.

"Twitter.now bukanlah upaya untuk menghidupkan kembali platform lama. Kami sedang membangun layanan yang berbeda, dengan sinyal kepercayaan yang memberikan konteks untuk apa yang pengguna lihat dan alat yang memungkinkan pengguna-bukan algoritma yang buram-untuk menentukan seberapa banyak kredibilitas dan kebisingan yang mencapai feed mereka," ujarnya.

Sengketa Merek dengan X

X Corp. menggugat Operation Bluebird di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Delaware pada Desember 2025. X juga meminta pengadilan mengeluarkan perintah untuk menghentikan peluncuran platform baru tersebut.

Operation Bluebird sebelumnya mengajukan permohonan untuk membatalkan sejumlah pendaftaran merek milik X, dengan alasan merek Twitter dan Tweet telah ditinggalkan setelah rebranding.

Dalam dokumen perkara, Operation Bluebird juga mengajukan permohonan merek TWITTER dan TWEET kepada otoritas merek dagang Amerika Serikat.

Perkara tersebut belum berakhir.
Dalam sidang April 2026, Hakim Pengadilan Distrik AS Colm Connolly memberikan pandangan sementara dari kursi hakim bahwa X tampaknya telah meninggalkan klaim kekayaan intelektual atas kata "tweet" dan logo burung Twitter, serta kemungkinan juga merek "Twitter". Namun, hingga Twitter.now diluncurkan, belum ada putusan tertulis final mengenai hal tersebut.

Operation Bluebird menafsirkan pernyataan hakim tersebut sebagai alasan untuk melanjutkan peluncuran.
Dengan demikian, kemunculan Twitter.now tidak berarti secara hukum bahwa Operation Bluebird telah resmi memenangkan hak atas merek Twitter. Status merek tersebut masih menjadi bagian dari sengketa hukum.

Secara visual, Twitter.now sengaja mempertahankan sejumlah elemen yang mengingatkan pengguna pada Twitter sebelum rebranding.
Platform tersebut menghadirkan percakapan publik secara real-time, kolom balasan, serta mekanisme berbagi unggahan yang menyerupai konsep lama Twitter.

Namun, Operation Bluebird mengatakan mereka tidak ingin sekadar menyalin layanan lama.
Di situs resminya, perusahaan menyebut platform tersebut dibangun sebagai ruang publik digital yang mengutamakan kepercayaan. Mereka menawarkan prinsip "Freedom of speech, protected. Freedom of reach, earned."

Artinya, pengguna tetap diberi ruang untuk berbicara, tetapi jangkauan sebuah unggahan tidak otomatis diberikan berdasarkan popularitas atau algoritma.

Ada AI Pengecek Informasi

Salah satu fitur utama Twitter.now adalah sistem kecerdasan buatan bernama VERA.
Sistem ini dirancang untuk menganalisis unggahan, memeriksa klaim, memberikan sumber dan konteks, serta menghasilkan skor kepercayaan.

Pengguna nantinya dapat menentukan tingkat kepercayaan yang mereka inginkan. Unggahan dengan skor di bawah ambang yang dipilih dapat disaring dari lini masa pengguna. Operation Bluebird juga berencana menggunakan VERA untuk membantu moderasi konten.

Operation Bluebird menyebut VERA saat ini masih berada dalam tahap awal. Versi berikutnya, VERA 2.0, direncanakan memiliki kemampuan yang lebih luas sehingga pengguna dapat menentukan sendiri batas kredibilitas konten yang muncul di feed.
Pendekatan tersebut menjadi pembeda Twitter.now dibandingkan media sosial konvensional. Alih-alih seluruh keputusan distribusi konten diserahkan kepada algoritma platform, pengguna diberi kontrol lebih besar atas apa yang ingin mereka lihat.

Namun, pendekatan berbasis AI tersebut juga menghadirkan tantangan. Sistem otomatis untuk menilai kebenaran informasi dapat menghadapi persoalan ketika berhadapan dengan klaim yang masih diperdebatkan, informasi terbaru, atau isu politik yang kompleks. Karena itu, efektivitas VERA baru akan benar-benar terlihat ketika jumlah pengguna dan volume konten meningkat.

Twitter.now masih berada pada tahap awal dan jumlah penggunanya baru ratusan orang.
Untuk bergabung dalam akses awal, pengguna dikenakan biaya US$20. Situs resminya menyebut biaya tersebut sebagai akses bagi pengguna awal atau "Founder".

Operation Bluebird kini harus menghadapi dua tantangan sekaligus: membuktikan bahwa konsep media sosial berbasis kepercayaan mereka mampu menarik pengguna dan menghadapi sengketa hukum dengan X Corp.
Di sisi lain, kemunculan Twitter.now menunjukkan bahwa meski Twitter telah berganti nama menjadi X, identitas Twitter masih memiliki daya tarik kuat.

Nama, logo burung, istilah seperti "tweet", serta konsep Twitter sebagai ruang publik digital masih memiliki nilai historis dan komersial. Operation Bluebird kini mencoba mengubah nostalgia tersebut menjadi sebuah platform baru.(far,ist/dya)

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.