02 September 2026

Get In Touch

BRIN: Singkong Jadi Senjata Baru Lawan Karhutla

Singkong.
Singkong.

SURABAYA (Lentera) – Singkong selain mengenyangkan ternyata juga mampu menjadi alternatif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Manfaat lain singkong ini berdasarkan kajian dari  Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"BRIN sudah mengkaji. Artinya secara teoritik itu memang sangat memungkinkan, dan BRIN sudah berkoordinasi dengan Polri dalam rangka untuk menyiapkan itu," kata Arif melansir Tribratanews, Sabtu (29/08/2026).

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan kajian tersebut secara teoritik memungkinkan untuk diterapkan. BRIN juga telah berkoordinasi dengan Polri untuk menyiapkan pemanfaatan teknologi tersebut dalam penanganan karhutla.

Menurut dia, saat ini BRIN masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait persiapan penerapan teknologi tersebut. Ia berharap hasil persiapan itu dapat segera diperoleh dalam waktu dekat. "Persiapan seperti apa ini kami juga sedang terus kami tunggu update-nya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah ada hasilnya," ujarnya.

Selain itu, BRIN juga berkoordinasi dengan Polri dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam penanganan karhutla, termasuk melalui teknologi modifikasi cuaca.

Arif menyebut BRIN telah menemukan sejumlah material yang dinilai lebih efisien untuk digunakan dalam operasi modifikasi cuaca, di antaranya Jumakron dan natrium klorida (NaCl) berukuran 25 mikron.

BRIN juga menemukan beberapa teknologi, material untuk modifikasi cuaca seperti Jumakron, NaCl 25 mikron yang memang itu lebih efisien untuk digunakan dalam teknologi modifikasi cuaca," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan "ubi bombing" bisa menjadi alternatif untuk metode penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sehingga api dapat dipadamkan secara lebih cepat, efektif, dan menyeluruh.

Dalam rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/08/2026), Presiden meminta agar inovasi berbahan baku ubi atau singkong itu segera dikembangkan dan diuji coba dalam skala yang lebih besar.

Kepala Negara juga meminta kebutuhan anggaran produksinya segera diajukan sehingga pemerintah dapat mendukung proses riset, produksi, dan pengujian efektivitasnya. (*)


Editor: Lutfiyu Handi
 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.