JEMBER (Lentera) - Perusahaan Daerah Perkebunan (PP) Kahyangan Jember terus melakukan percepatan dalam pengembangan perusahaan, dengan menjalin kerjasama degngan PT Perkebunan Nusantara I Regional 5 di Surabaya.
Upaya ini bagian dari strategi agar PP Kahyangan mampu berkembang lebih maju lagi, dengan memanfaatkan aset yang dimiliki saat ini.
“Kami sudah bertemu dengan Regional 5 PT Perkebunan Nusantara I bersama Komisi C DPRD Jember, hasilnya positif dan banyak belajar dari PTPN dalam tata kelola manajerial hingga pengelolaan usaha,” ujar Direktur Utama PP Kahyangan Jember Gogot Cahyo Baskoro Kamis (27/2026).
Dia juga mengatakan, kolaborasi antara PP Kahyangan dan Regional 5 PT Perkebunan Nusantara I akan berdampak luas, pasalnya komoditi unggulan yang dikelola hampir sama.
“Misalnya saja karet dan tebu, kalau tebu memang PTPN sudah berjalan sejak lama. Maka ini akan kita kembangkan bersama, karena saat ini lahan tebu kita masih sekitar 80 hektar saja. Ini jadi langkah strategis kolaborasi antara BUMD dengan BUMN,” imbuhnya.
Selanjutnya kalau PTPN berkomitmen membantu membuka peluang jejaring pasar yang dimilikinya, guna membantu peningkatan pendapatan PP Kahyangan.
“Ke depan Regional 5 PT Perkebunan Nusantara I juga membuka ruang jejaring pembeli (buyer) yang dimiliki, agar m komoditas PP Kahyangan bisa menembus pasar global dengan harga jual yang lebih menguntungkan,” terangnya.
Bukan hanya itu, PP Kahyangan dan Regional 5 PT Perkebunan Nusantara I nantinya juga akan bekerjasama dalam pengamanan bersama di wilayah yang berdampingan.
“Misalnya pengamanan bersama di lahan milik kami di Sumber Pandan Kecamatan Sumberbaru dan Sumber Tenggulun Kecamatan Tanggul,” pungkasnya.
Sementara itu, Komisi C DPRD Jember juga menyampaikan, terkait soal pengentasan kemiskinan di wilayah pinggiran perkebunan dan pemanfaatan aset menjadi konsen dari PP Kahyangan.
Gogot menegaskan, optimalisasi aset tanah seluas 3.800 hektar merupakan keharusan untuk mendorong kemajuan perusahaan. Menurutnya, kesehatan finansial BUMD berbanding lurus dengan peningkatan taraf hidup karyawan serta masyarakat sekitar.
"Memaksimalkan aset yang dimiliki seluas 3.800 hektar ini memang sudah selayaknya dilaksanakan. Jika perusahaan sehat dan maju, tentu akan mendukung kesejahteraan karyawan. Bukan hanya dimensi profit, tetapi ada misi sosial termasuk pengentasan kemiskinan di pinggiran perkebunan," tuturnya.
Saat ini, lini bisnis utama PP Kahyangan seperti karet dan kopi menunjukkan harga jual yang menjanjikan di pasaran, meski tanaman kopi membutuhkan perawatan ekstra serta peremajaan. Selain memperluas area tanam tebu yang menunjukkan tren positif, PP Kahyangan juga mulai menjajaki peluang budidaya komoditas baru seperti kayu gaharu. (ads)
Reporter: Moko





.jpg)
