JAKARTA (Lentera) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat per hari ini, Selasa (25/8/2026), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 103 orang.
"Ada ketambahan tiga orang meninggal, menjadi 103 untuk hari ini catatan kami," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers terkait penanganan gempa di NTT yang diikuti secara daring dari Jakarta mengutip Antara, Selasa (25/8/2026).
Diketahui sebelumnya sejak gempa terjadi di NTT pada 15 Agustus 2026 hingga Senin (24/8/2026), jumlah korban adalah sebanyak 100 jiwa.
Data terkini menunjukkan bertambah jadi 103 korban jiwa meninggal, terdiri atas 41 korban jiwa di Kabupaten Manggarai, 34 korban di Manggarai Timur, 13 korban di Nagekeo, 6 korban di Sikka, 5 korban di Ngada, 3 korban di Ende, dan 1 korban di Manggarai Barat.
Berton menyampaikan, belasungkawa kepada keluarga, tetangga, kerabat, serta seluruh masyarakat yang kehilangan anggota keluarga akibat bencana tersebut.
Lebih lanjut, Berton mengatakan bahwa berdasarkan jenis kelamin, korban meninggal dunia 45 persen laki-laki dan 55 persen perempuan. Kemudian berdasarkan kelompok usia, korban jiwa terdiri atas 45 persen lansia, 37 persen dewasa, 12 persen anak dan remaja, serta sisanya merupakan balita dan batita.
Sementera itu, untuk korban luka-luka sampai hari ini, BNPB mencatat terdapat sebanyak 1.666 orang yang mengalami luka. Sebelumnya. pada Senin (24/8/2026), BNPB mencatat korban yang mengalami luka sebanyak 1.603 jiwa.
Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang mengalami luka ringan.
Ditanbahkan Berton, pemutakhiran data korban terus dilakukan oleh BNPB, seiring dengan adanya laporan tambahan dari wilayah terdampak gempa.
Diketahui sebelumnya, gempa bumi dengan magnitudo (M) 7,7 terjadi di wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026), pukul 05.58 WITA.
Editor: Arief Sukaputra




.jpg)
