SURABAYA (Lentera) -Banyak cara untuk merayakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Yang lazim dikenal Maulud Nabi itu.
Salah satunya seperti yang ditampilkan grup Senam Dahlan Iskan (SDI), Selasa, 25 Agustus 2026.
Yang muslim mengenakan busana muslim, longdress. Sedangkan yang non-muslim menyesuaikan.
Akhirnya, senam tadi bernuansa beda dengan sehari-hari, yang mengenakan kaos dan celana treining. Dengan gaun maxi dress yang umumnya sampai mata kaki itu, membuat peserta nampak anggun.
Meski demikian, tak membuat mereka canggung. Gerakannya tetap lincah. Untuk mengikuti irama lagu yang rancah.
Maklum grup senam DI yang beranggotakan 282 orang ini, tiada hari tanpa senam. Selama sepekan.
Meski mengenakan gaun bagaikan ke tempat pengajian dan pesta, namun mereka tetap lincah. Bahkan tak terpengaruh dengan gaun panjangnya itu.
16 lagu yang ditampilkan selama satu jam, dimulai pukul 05:45 - 06:45 itu, betul-betul membuat mandi keringat. Apalagi yang dikenakan bukan pakaian olahraga seperti biasa.
Yang laki, umumnya mengenakan baju koko, dengan kopiah putih atau hitam.
Beda dengan pendiri senam tersebut, Dahlan Iskan. YIa mengenakan celana treining dan sweater warna gelap. Dan sweater putih yang dililitkan pada lehernya.
"Saya tadi ditanya oleh peserta. Kenapa tidak pake baju koko," ceritanya di atas panggung, yang dijawabnya sendiri, "Baju Koko itu, asal China. Namanya saja Koko. Itu bahasa Mandarin," kata Dahlan Iskan, yang mahir berbicara dan menulis bahasa Mandarin itu.
Dahlan Iskan memang pandai berbahasa Mandarin. Belajar bahasa yang dikenal sulit itu, saat menunggu operasi ganti hatinya di RS Tianjin, Tiongkok.
Selama di rumah sakit, diajarkan oleh dua gadis cantik Tionghoa. Pagi dan sore.
Akhirnya, sepulang ke Indonesia 20 tahun silam, selain membawa pulang hati anak muda Tionghoa yang diganti dengan hatinya yang penuh kanker itu, juga sudah mahir berbahasa Mandari.
Maklum selama setahun di sana, mengusir kebosanannya di rumah sakit dengan belajar bahasa Mandari.
Saya menunggunya selama sebulan. Hanya bisa menghafal beberapa kata. Seperti terima kasih, makan, bagaimana kabar. Tidak lebih dari itu.
Pada senam di Rumah Gadang, Jalan Injoko, hari ini, peserta yang mengenakan gaun yang serasi, diberi hadiah uang oleh pendiri senam yang dulu diawali di halaman rumahnya Sakura Regency itu.
Kelompok yang seragamnya sama, juga diberi hadiah.
"Saya kasi hadiah Rp 1 juta. Nanti bagi-bagi sendiri," ucapnya yang disambut sorak sorai oleh mereka.
Semua yang dapat hadiah, kalangan ibu-ibu. Lantas yang laki?
"Tidak ada yang serasi sama sekali," kata Dahlan Iskan, yang lazim disapa dengan Abah Dahlan itu.
Usai senam, disuguhkan nasi pecal. Makanan sehat yang disediakan oleh grup senam.
Penulis: Nasaruddin|Editor: Arifin BH




.jpg)
