PALANGKA RAYA (Lentera) - Wali Kota Palangka Raya melalui Sekretaris Daerah (Sekda), Arbert Tombak, menghadiri acara Deklarasi Akbar Perang Melawan Narkoba di Bundaran Besar, Palangka Raya, pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Pemprov Kalteng, Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN), Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng, Ditresnarkoba Polda Kalteng, serta Dinas Pendidikan Kalteng.
Perhelatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat barisan penanganan masalah narkotika di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).
"Acara ini dirancang untuk memperkuat komitmen bersama dengan mengusung semangat “Perang Melawan Narkoba di Bumi Tambun Bungai Menuju Kalteng Bersinar (Bersih dari Narkoba)," papar Arbert, Jumat (21/8/2026).
Fokus utama kegiatan ini tertuju pada pengoptimalan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) secara menyeluruh.
Arbert menegaskan upaya memberantas narkotika tidak bisa dilakukan secara parsial.
Saat ini dibutuhkan komitmen dan sinergi yang kuat dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, hingga lingkungan keluarga.
"Kolaborasi semua pihak sangat penting untuk melindungi generasi muda dan mewujudkan Palangka Raya yang bersih dari narkoba,” tegas Arbert.
Ia menyatakan Pemkot Palangka Raya mendukung penuh deklarasi ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Arbert berharap agenda besar ini tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial semata. Deklarasi ini harus menjadi momentum untuk memperkuat langkah nyata dalam meningkatkan edukasi, pencegahan sejak dini, serta menumbuhkan keberanian masyarakat untuk melawan bahaya narkotika.
"Pemkot Palangka Raya berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan BNN, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan, guna memastikan program P4GN berjalan efektif dan berkelanjutan," pungkasnya.
Perhelatan dihadiri oleh Kepala BNN RI, Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng, Kapolda Kalteng, serta jajaran Forkopimda, serta lebih dari 3.000 pelajar tingkat SMA se-Palangka Raya, 300 mahasiswa, dan 33 perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Reporter: Novita|Editor: Arifin BH




.jpg)
