17 August 2026

Get In Touch

Cerita Guru dan Nelayan Kepulauan Seribu akan Hadiri Upacara di Istana

Nelayan menerima undangan upacara peringatan HUT Ke-81 RI di halaman Istana Merdeka, Jakarta (Ant)
Nelayan menerima undangan upacara peringatan HUT Ke-81 RI di halaman Istana Merdeka, Jakarta (Ant)

JAKARTA (Lentera) -Sejumlah guru dan nelayan dari Kepulauan Seribu, mulai dari Pulau Sabira hingga Pulau Harapan berkesempatan untuk hadir langsung dalam upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di halaman Istana Merdeka, Jakarta, hari Senin (17/8/2026).

Salah satunya dirasakan Welni Agnes yang telah mengabdikan diri sebagai guru di SMPN 1 Atap Dua, Pulau Sabira. Ketika pertama kali mendengar dirinya mendapat kesempatan menghadiri upacara di Istana Merdeka, Welni bahkan sempat mengira kabar tersebut hanyalah gurauan.

"Saya pikir bercanda-an karena kan sebelumnya saya baru keluar dari rumah sakit, saya pikir mungkin biar saya cepat sembuhnya. Ternyata benar. Jadi saya merasa bersyukur karena ini kali pertama saya diajak untuk ikut mengikuti upacara bendera. Karena tahun lalu saya pun mencoba untuk yang mendaftarkan diri saya tidak keterima. Saya mengucapkan terima kasih," ucap Welni sebagaimana keterangan yang diterima, Minggu (16/8/2026).

Kesempatan tersebut terasa semakin istimewa karena tahun sebelumnya Welni pernah mencoba mendaftarkan diri untuk mengikuti upacara di Istana, tetapi belum berhasil. Di balik rasa bahagianya, Welni turut menyelipkan doa sederhana untuk Presiden Prabowo.

"Saya berharap, tahun depan mungkin ada teman-teman guru yang bisa diundang lagi, dan Bapak tetap sehat, semangat, dan jangan sakit. Itu, paling penting jangan sakit, karena memimpin negara kita ini susah menurut saya," pesannya.

Harapan bagi anak-anak Kepulauan Seribu juga dibawa Kepala SMPN 285 Jakarta Ririn Yuniarsih. Bagi Ririn, momentum kemerdekaan menjadi pengingat bahwa jarak dan bentang laut tidak seharusnya menjadi pembeda bagi masa depan seorang anak.

Dia mengharapkan anak-anak yang tumbuh dan belajar di Kepulauan Seribu memperoleh kesempatan pendidikan yang sama dengan anak-anak di wilayah lain Indonesia.

"Anak pulau tidak berbeda dengan anak di seluruh Nusantara," kata Ririn, mengutip Antara.

Kebahagiaan menyambut undangan ke Istana Merdeka tidak hanya dirasakan para pendidik. Para nelayan dari Pulau Harapan dan Pulau Sabira, seperti Sama, Ali Kurniawan, dan Najib, turut menyambutnya dengan rasa bangga.

Ali Kurniawan bahkan sudah membayangkan cerita yang akan dibawanya pulang setelah mengikuti upacara di Istana. Bagi Ali, pengalaman tersebut kelak akan menjadi kenangan keluarga yang ingin dia ceritakan kepada anak-anaknya.

"Saya terutama cerita kepada keluarga, anak-anak saya, walaupun orang tuanya nelayan, tapi saya akan ceritakan Bapak pernah menghadiri upacara di Istana Merdeka," ujar Ali.

Perasaan serupa disampaikan Najib, nelayan asal Pulau Sabira. Undangan tersebut terasa begitu istimewa baginya karena selama ini dia tidak pernah membayangkan seorang nelayan dari pulau dapat memperoleh kesempatan untuk datang langsung ke Istana Merdeka pada hari kemerdekaan.

"Saya berterima kasih banyak kepada Bapak Presiden karena ya kan kalau dipikirkan enggak mungkin kan orang seperti kita, orang kecil seperti saya ini mau dipanggil ke sana kan. Jadi ini terima kasih banyak dan sangat senang lah," ucap Najib (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.