14 August 2026

Get In Touch

Tak Hanya Keuangan, Pemkot Surabaya Siapkan Pengawasan Medis dan Nutrisi Satwa KBS

Satwa di KBS.
Satwa di KBS.

SURABAYA (Lentera) -Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan pola pengawasan yang lebih ketat terhadap Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Pengawasan tidak hanya diarahkan pada kesehatan keuangan dan struktur organisasi, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan satwa, termasuk medis dan nutrisi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, mengatakan evaluasi terhadap tata kelola KBS dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya memastikan perusahaan daerah tersebut dikelola secara sehat, transparan, dan akuntabel.

“Pemerintah Kota Surabaya memang ada evaluasi internal dari teman-teman Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA), itu ada evaluasi setiap enam bulan dan setiap tahun. Kemudian kita bisa menentukan dividennya berapa,” kata Syamsul, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, besaran dividen tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator untuk mengukur kinerja KBS. Pemkot ingin memastikan evaluasi dilakukan secara menyeluruh sehingga potensi persoalan dapat terdeteksi dan dicegah sejak dini.

Untuk memperkuat aspek akuntabilitas keuangan, Pemkot Surabaya juga akan melibatkan auditor independen. Auditor tersebut nantinya ditunjuk oleh pemkot untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan keuangan Perumda KBS.

“Kita nanti juga akan menggandeng auditor yang independen. Jadi kita yang akan menunjuk auditornya untuk mengaudit keuangan dari KBS,” tuturnya.

Evaluasi juga akan menyasar struktur organisasi KBS. Pemkot akan meninjau kembali pembagian fungsi dan kewenangan agar setiap posisi strategis memiliki mekanisme pengawasan yang jelas serta menerapkan prinsip checks and balances.

“Pemkot juga akan mengevaluasi struktur-struktur organisasi KBS, sehingga nanti memastikan bahwa setiap fungsi strategis memiliki mekanisme checks and balances yang jelas, sehingga tidak ada konflik kepentingan ataupun rangkap jabatan,” paparnya.

Dalam proses pengisian jajaran direksi dan dewan pengawas, Pemkot Surabaya menetapkan sejumlah kriteria. Selain integritas, calon pengelola KBS harus memiliki kompetensi manajerial, memahami prinsip tata kelola perusahaan yang baik, serta mempunyai rekam jejak yang bersih.

“Yang jelas sudah dipersyaratkan bahwa syarat dewan pengawas dan direksi baru ini memang yang pertama harus memiliki integritas. Itu syarat utamanya. Kemudian yang kedua memiliki kompetensi manajerial, juga memahami tata kelola perusahaan yang baik dan rekam jejak yang bersih,” ucap Syamsul.

Khusus KBS yang memiliki fungsi sebagai lembaga konservasi, calon direksi dan dewan pengawas juga dituntut mempunyai komitmen terhadap konservasi satwa. Proses seleksi melibatkan tim independen yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi.

“Yang paling utama adalah calon direktur dan dewan pengawas ini juga memiliki komitmen terhadap konservasi satwa. Ini yang jadi intens kita, sehingga diharapkan dapat mengelola KBS itu dengan baik, dan KBS ini bisa menjadi lembaga konservasi yang profesional, akuntabel dan juga bisa kembali dipercaya oleh masyarakat Surabaya,” katanya.

Para calon pengelola juga akan diminta mempresentasikan gagasan serta kemampuan mereka di hadapan tim independen. Mekanisme tersebut diharapkan dapat menghasilkan jajaran direksi dan dewan pengawas yang tidak hanya kuat dalam aspek manajerial, tetapi juga memahami karakteristik dan tanggung jawab KBS sebagai lembaga konservasi.

Pengawasan terhadap KBS juga akan diperluas hingga aspek kesejahteraan satwa. Pemkot Surabaya berencana membentuk pengawasan khusus yang menangani kondisi medis serta kebutuhan nutrisi satwa.

Syamsul menegaskan, evaluasi menyeluruh terhadap KBS menjadi momentum untuk membangun tata kelola yang lebih baik. Berbagai persoalan dan pengalaman pengelolaan sebelumnya akan dijadikan bahan evaluasi agar setiap posisi diisi oleh orang yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.

“Jadi pengalaman yang di belakang kemarin menjadi pelajaran bagi kita. Karena memang the right man on the right place, itu yang benar, baru bisa menggerakkan semua nantinya,” pungkasnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.