BONDOWOSO (Lentera) - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai minta kepala sekolah untuk melakukan lima perkerjaan nyata. Sebab, menurutnya kepala sekolah yang hebat bukan diukur dari seberapa banyak program tapi dari seberapa besar perubahan yang dirasakan oleh murid dan guru serta sekolah hingga masyarakat.
Aries Agung menyebutkan, lima pekerjaan nyata tersebut yakni satu terobosan meningkatkan kualitas pembelajaran, satu langkah meningkatkan prestasi murid, satu langkah memperbaiki keberhasilan dan kenyamanan sekolah, satu strategi memperkuat karakter dan disiplin murid, serta satu inovasi unggulan yang menjadi identitas sekolah.
Permintaan itu disampaikan ketika kegiatan pembinaan kepala SMA, SMK, pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus (PKPLK) di aula SMA Negeri 2 Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, kepala sekolah tidak perlu menunggu adanya program besar atau anggaran besar untuk berbuat baik bagi kemajuan pendidikan, tapi mulailah dari sesuatu yang bisa dikerjakan hari ini.
Aries Agung juga mengingatkan agar semua kepala sekolah bekerja sesuai peraturan dan terus menjadi pemimpin pembelajar, melakukan satu langkah nyata setiap hari dan berinovasi setiap saat.
"Hal yang perlu segera dilakukan adalah menentukan target, menjaga lingkungan sekolah selalu dalam kondisi baik dan tunjukkan warisan yang terbaik kepada orang tua murid dengan membuat strategi untuk memperkuat karakter dan disiplin murid," katanya melansir antara.
Pada intinya, Aries mengajak para kepala sekolah dan seluruh insan pendidikan untuk terus bergerak maju melakukan perubahan, dan hasilnya memberi dampak nyata.
Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi SMA Negeri 2 Bondowoso yang dinilainya begitu cepat berubah, dan bahkan dalam waktu setahun sekolah tersebut mampu berubah secara luar biasa.
Perubahan yang tampak itu, di antaranya penataan ruang guru hingga menjadi salah satu yang terbaik di Jatim, penataan ruang tata usaha, penataan taman sekolah dan kebersihan kamar mandi.
"SMA Negeri 2 Bondowoso ini juga bergerak menjadi sekolah digital yang ditandai dengan adanya jurnal guru, buku tamu, bimbingan siswa yang semuanya dioperasikan secara digital," katanya.
Kadisdik juga menyaksikan langsung praktik serba digital di lingkungan sekolah itu, seperti kantin yang tidak menggunakan uang tunai, dan sekolah itu juga menjadi lingkungan yang tanpa asap rokok, kemudian menjadi perwakilan dari Ijen Geopark Unesco.
SMA Negeri 2 Bondowoso juga menjadi sekolah dengan program budaya sekolah religius (RSC), pembiasaan tahsin (memperbaiki) bacaan Al Quran bagi para murid dan melaksanakan salat duha setiap hari.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Bondowoso Holifah Nurazizah berharap dengan hadirnya Kepala Dinas Pendidikan Jatim ke sekolah itu bisa menjadi motivasi bagi para guru untuk melakukan pembelajaran terbaik dan membimbing siswa dengan cara terbaik.
"Saya mengajak ibu bapak guru dan semua tenaga kependidikan di SMA Negeri 2 Bondowoso untuk terus melakukan inovasi yang memberi dampak bagi siswa, sehingga mereka menjadi anak-anak berkualitas atau generasi unggul dan siap menyongsong era Generasi Emas 2045," kata peraih nominasi East Java Innovation Education Summit (EJIES) 2026 itu. (*)
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)
