13 August 2026

Get In Touch

Usai Dugaan Keracunan MBG di Trenggalek, SPPG Tamanan Hentikan Operasional Sementara

SPPG Tamanan Trenggalek di bawah naungan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah, yang sementara menghentikan operasional menyusul aduan dugaan keracunan makanan MBG di SMPN 1 Trenggalek.
SPPG Tamanan Trenggalek di bawah naungan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah, yang sementara menghentikan operasional menyusul aduan dugaan keracunan makanan MBG di SMPN 1 Trenggalek.

TRENGGALEK (Lentera) – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamanan menghentikan sementara operasionalnya, setelah aduan dugaan keracunan yang dialami penerima manfaat makanan bergizi gratis (MBG) di SMPN 1 Trenggalek dan SDI Luqman Al Hakim Trenggalek.

Kepala SPPG Tamanan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah, Alfian Surya Riyantama mengatakan pihaknya telah mengambil sampel makanan siap saji, untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Sampel tersebut sebelumnya dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Trenggalek, namun kemudian diarahkan untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Provinsi Jawa Timur di Surabaya.

"Untuk terkait kejadian kemarin, dari pihak SPPG berupaya untuk melabkan sampel makanan yang sudah dilakukan setiap SPPG di Labkesda Trenggalek. Kebetulan dari Labkesda tidak bisa, sehingga diberikan ke Labkesmas Provinsi Jawa Timur di Surabaya," ujar Alfian, Rabu (12/8/2026).

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat 421 penerima manfaat dari SMPN 1 Trenggalek yang menyampaikan aduan. Selain itu, terdapat 20 penerima manfaat dari SDI Luqman Al Hakim Trenggalek.

SPPG Tamanan sendiri diketahui melayani kebutuhan MBG untuk 11 sekolah dan 1 posyandu, dengan total 2.089 penerima manfaat.

Alfian menegaskan, operasional SPPG untuk sementara dihentikan hingga proses investigasi terhadap kejadian tersebut selesai dan hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

"Untuk besok operasional atau enggak, SPPG kami dianjurkan untuk berhenti operasional terlebih dahulu sampai kejadian ini selesai diinvestigasi," jelasnya.

Ia menyebut, hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 7 hari atau 1 minggu.

Sementara itu, makanan yang disalurkan pada hari kejadian terdiri dari nasi putih, ayam bumbu sate, tahu fantasi, sayur cah bayam jagung, serta buah semangka kuning.

Alfian menjelaskan, pemeriksaan sampel yang dilakukan SPPG hanya terhadap makanan yang sudah siap disajikan. Sementara bahan baku makanan tidak ikut dijadikan sampel dalam pemeriksaan tersebut. 

Menurut Alfian, selama beroperasi tidak ditemukan persoalan pada makanan siap saji yang diproduksi dapur SPPG Tamanan.

"Siap, alhamdulillah aman selama ini," ujarnya.

SPPG Tamanan sendiri telah beroperasi sejak 26 Januari 2026, di bawah naungan Yayasan Petuk Tadah Lillah Billah.

Dengan penghentian sementara operasional ini, pihak SPPG masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebagai bagian dari proses investigasi untuk mengetahui penyebab munculnya aduan dari para penerima manfaat.

 

Reporter: Herlambang/Editor: Ais

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.