07 August 2026

Get In Touch

Libels Voice SMAN 15 Surabaya Viral Gara-gara Ekspresi, Sukses Raih Dua Emas di Taiwan

Penampilan Libels Voice SMAN 15 Surabaya di Taipei International Choir Competition (TICC) 2026.
Penampilan Libels Voice SMAN 15 Surabaya di Taipei International Choir Competition (TICC) 2026.

SURABAYA (Lentera) – Bukan hanya harmonisasi suara yang membuat penampilan Libels Voice SMAN 15 Surabaya di Taipei International Choir Competition (TICC) 2026 mencuri perhatian, ekspresi para anggota saat membawakan lagu berbahasa Spanyol berjudul Ikilimikiliklik justru menjadi sorotan dan viral di media sosial.

Dalam video penampilan yang beredar, puluhan anggota Libels Voice tampil penuh energi. Aba-aba konduktor terdengar lantang, berpadu dengan harmonisasi suara para penyanyi. Ekspresi wajah, senyum, sorot mata hingga gerakan tangan mereka ditampilkan secara total untuk menghidupkan karakter lagu.

Penampilan tersebut membuat warganet kagum, sekaligus salah fokus dengan ekspresi para anggota yang dinilai menyeramkan dan unik.

Konduktor Libels Voice, Achmad Yarziq Mubarak mengatakan ekspresi tersebut bukan sekadar gaya panggung, tapi para anggota memang dituntut memahami karakter lagu yang mereka bawakan agar pesan dan suasana yang ingin disampaikan dapat terasa sampai kepada penonton.

“Viral kata orang-orang kayak kuntilanak. Lagu yang kami nyanyikan dari Spanyol judulnya Ikilimilikiklik,” ucap pria yang akrab disapa Aziq, Jumat (7/8/2026).

Ia menjelaskan, lagu tersebut mengangkat kisah ritual khusus yang dipercaya berkembang di kawasan Basque, wilayah yang berada di perbatasan Spanyol dan Prancis.

“Di daerah sana ada kepercayaan di bulan khusus ada pertemuan antara penyihir dan duyung atau siren. Mereka melakukan ritual bersama di tengah hutan, nanti membuat ramuan-ramuan,” jelasnya.

Karakter lagu yang tidak biasa tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar. Mereka tidak hanya dituntut mampu menyanyikan nada dan menjaga harmonisasi, tetapi juga harus berani menampilkan ekspresi yang sesuai dengan karakter musik.

Aziq mengakui, membangun kepercayaan diri para anggota menjadi salah satu tantangan terbesar. Terlebih, sebagian besar anggota merupakan pelajar yang harus berani keluar dari rasa malu ketika tampil di atas panggung.

“Lumayan challenging, karena dengan menyanyikan lagu dengan genre seperti itu kita harus bisa meminta adik-adik untuk menghilangkan malunya yang pertama. Kemudian kita harus terus encourage mereka untuk confidence-nya keluar. Karena kalau nyanyi lagu seperti itu dan setengah-setengah tentu malah jadi aneh kelihatannya,” tuturnya.

Di balik penampilan yang viral tersebut, Libels Voice juga membawa pulang prestasi membanggakan dari Taiwan. Tim paduan suara SMAN 15 Surabaya itu berhasil meraih dua medali emas dalam TICC 2026 yang berlangsung pada 29–31 Juli 2026.

Dua medali emas tersebut diraih pada kategori Female Choir (B2) dengan nilai 89,83 dan Contemporary Music (C2) dengan nilai 88,62. Prestasi tersebut menambah koleksi penghargaan internasional Libels Voice. 

Sebelumnya, tim ini juga berhasil meraih satu medali emas saat mengikuti kompetisi di Jepang serta dua medali emas pada Singapore International Choir Festival (SICF) 2025.

Aziq mengatakan, keberhasilan di Taipei tidak lepas dari dukungan pihak sekolah dan persiapan yang dilakukan para anggota sebelum kompetisi.

“Kami berkompetisi di Taiwan 29–31 Juli dan kembali ke Surabaya pada Senin, 3 Agustus. Kami mendapat dua medali kategori female dan contemporary music. Kami mendapatkan dukungan penuh dari sekolah,” ujarnya.

Dalam kompetisi tersebut, Libels Voice membawa 30 pelajar dengan rata-rata usia 17 tahun. Sebagian besar merupakan siswa kelas XI SMAN 15 Surabaya.

Menurut Aziq, pengalaman tampil di kompetisi internasional tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan keberanian, kedisiplinan, kemampuan bermusik, dan kepercayaan diri.

Setelah sukses di Taipei, Libels Voice masih membuka peluang untuk kembali mengikuti kompetisi tingkat internasional pada tahun depan.

“Kami berharap kondisi tim semakin baik dan kemungkinan kita akan berkompetisi internasional lagi tahun depan,” pungkasnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.