SURABAYA (Lentera) – Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Malang Raya, Puguh Wiji Pamungkas mengusulkan pengembangan kawasan aglomerasi pariwisata melalui konsep "Sabuk Wisata Desa Malang Raya", sebagai strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah.
Menurut Puguh, konsep tersebut memadukan potensi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu sebagai satu ekosistem pariwisata yang saling melengkapi.
Namun, hingga kini potensi tersebut dinilai belum terintegrasi secara optimal karena minimnya intervensi kebijakan dan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
"Malang Raya ini adalah satu paket ekosistem aglomerasi wilayah yang menjadi pusat keunggulan. Jika ini dipoles, diintensifikasi, diberi arah kebijakan yang jelas, serta intervensi anggaran, ini bukan hanya menggeliatkan ekonomi masyarakat tetapi juga menjadi sumber PAD baru untuk mengatasi kekurangan fiskal," ungkap Puguh, KAmis (06/08/2026).
Politisi PKS tersebut menjelaskan, masing-masing daerah di Malang Raya memiliki keunggulan yang dapat saling menopang.
Kota Malang berperan sebagai kota pendidikan dengan lebih dari 80 perguruan tinggi dan sekitar 350 ribu mahasiswa, yang menciptakan mobilitas masyarakat cukup tinggi, terutama saat musim wisuda maupun akhir pekan.
Sementara Kota Batu menjadi pusat wisata alam dan buatan, yang telah dikenal hingga tingkat nasional dan internasional.
Adapun Kabupaten Malang memiliki potensi wisata pantai di pesisir selatan, kawasan pegunungan, sektor industri, serta desa-desa wisata yang terus berkembang.
Puguh menilai, karakter Malang Raya memiliki kemiripan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berhasil mengembangkan sektor pariwisata melalui keberpihakan kebijakan pemerintah dan fokus alokasi anggaran.
"Kenapa Yogyakarta wisatanya sangat maju? Karena ada intervensi arah kebijakan dan focusing anggaran yang nyata. Di Jawa Timur, hal ini yang saya lihat belum optimal, sehingga perlu adanya refocusing anggaran guna mengakomodasi kebutuhan para pegiat wisata desa," tegasnya.
Untuk merealisasikan konsep "Sabuk Wisata Desa Malang Raya", Puguh mendorong, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah kabupaten dan kota di Malang Raya memperkuat tiga aspek utama.
Pertama, promosi terpadu melalui publikasi destinasi wisata desa secara terstruktur kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kedua, peningkatan konektivitas infrastruktur guna mempermudah akses transportasi yang menghubungkan destinasi wisata di Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang.
Ketiga, penyusunan peta integrasi informasi wisata yang dapat diakses wisatawan sejak tiba di titik kedatangan, seperti Stasiun Malang Kota Baru.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendistribusikan pergerakan wisatawan agar tidak hanya terpusat di destinasi populer seperti Kota Batu atau kawasan Kayutangan Heritage, tetapi juga menjangkau berbagai desa wisata di Malang Raya.
Reporter: Pradhita/Editor: Ais





.jpg)
