07 August 2026

Get In Touch

Stripes Kembali Jadi Primadona, Motif Klasik Segala Gaya

Stripes Kembali Jadi Primadona, Motif Klasik Segala Gaya

SURABAYA ( LENTERA ) - Setelah beberapa musim didominasi warna-warna polos dan estetika quiet luxury, motif garis atau stripes kembali menjadi sorotan di dunia mode. Pada koleksi Spring/Summer 2026, berbagai rumah mode menghadirkan interpretasi baru terhadap motif klasik ini, mulai dari garis vertikal tebal bergaya cabana, Breton stripes yang ikonik, hingga pola grafis yang lebih modern.

Kembalinya stripes tak hanya terlihat di atas panggung peragaan busana, tetapi juga di gaya para selebritas dan street style. Motif yang identik dengan nuansa laut dan musim panas itu kini hadir dalam beragam potongan, seperti gaun, kemeja, celana panjang, shorts, hingga aksesori.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa stripes bukan sekadar tren musiman, melainkan motif klasik yang terus berevolusi mengikuti selera zaman.

Dari Seragam Pelaut

Sejarah stripes dalam dunia fashion bermula dari Breton stripes atau marinière, seragam Angkatan Laut Prancis yang diperkenalkan pada 1858. Garis horizontal biru-putih saat itu dirancang agar pelaut lebih mudah terlihat jika terjatuh ke laut.

Popularitasnya berubah drastis ketika desainer legendaris Coco Chanel memasukkan motif tersebut ke koleksi pakaian resor pada awal abad ke-20. Sejak saat itu, Breton stripes menjadi simbol gaya kasual khas Prancis yang elegan.

Pada dekade berikutnya, motif garis semakin identik dengan ikon budaya populer seperti Marilyn Monroe, James Dean, hingga Pablo Picasso. Dunia haute couture kemudian memperkuat posisinya melalui koleksi sailor yang diperkenalkan Yves Saint Laurent pada 1966.

Cabana Stripes Jadi Bintang 

Jika Breton stripes identik dengan garis horizontal tipis, maka musim panas 2026 diramaikan oleh cabana stripes—garis vertikal berukuran besar dengan kombinasi dua warna kontras.
Motif ini mengingatkan pada payung pantai, kursi santai di resor, hingga suasana liburan di kawasan Mediterania seperti Amalfi Coast atau Cannes. Kesan santai namun tetap rapi membuatnya mudah dikenakan dalam berbagai kesempatan.

Sejumlah selebritas juga terlihat mengenakan motif ini. Anne Hathaway tampil mengenakan gaun bergaris hitam-putih saat rangkaian promosi film The Devil Wears Prada 2, sementara Taylor Swift beberapa kali tertangkap kamera memakai gaun bergaris vertikal saat berada di New York.

Menurut pengamat mode internasional, meningkatnya popularitas cabana stripes sejalan dengan tren resort wear, dopamine dressing, dan meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya berpakaian yang memberi nuansa liburan.

Motif garis mendominasi berbagai koleksi Spring/Summer 2026.
Rumah mode seperti Hermès menghadirkan garis-garis bernuansa Mediterania yang lembut, sementara Louis Vuitton mengeksplorasi motif bergaris bergaya grafis dan hand-painted. Prada juga memasukkan stripes ke dalam siluet formal maupun kasual.

Di segmen yang lebih terjangkau, berbagai merek seperti Zara, Mango, Reformation, hingga Staud turut menghadirkan koleksi bergaris dalam berbagai model.
Hal ini membuat tren stripes mudah diakses oleh konsumen dengan beragam anggaran.

Analis mode menilai stripes memiliki keunggulan yang jarang dimiliki motif lain.
Selain bersifat timeless, motif ini juga mudah dipadukan dengan berbagai gaya, mulai dari tampilan formal kantor, gaya kasual akhir pekan, hingga busana liburan.

Dalam beberapa tahun terakhir, konsumen juga cenderung mencari pakaian yang praktis namun tetap terlihat menarik. Motif garis dinilai memenuhi kebutuhan tersebut karena mampu memberikan karakter pada penampilan tanpa terlihat berlebihan.

Bagi masyarakat Indonesia, tren ini dinilai relevan karena mudah dipadukan dengan material yang nyaman untuk iklim tropis seperti linen, katun, maupun rayon.(far,ist/dya)

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.