04 August 2026

Get In Touch

Wakil Rektor Unmuh Jember: Program Homecare Wujud Keadilan Sosial Akses Kesehatan

Bupati Jember Gus Fawait dan tim medis saat terjun langsung menangani pasien warga miskin dalam program homecare layanan kesehatan.
Bupati Jember Gus Fawait dan tim medis saat terjun langsung menangani pasien warga miskin dalam program homecare layanan kesehatan.

JEMBER (Lentera) - Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Sasmiyanto, S.Kep., Ners., M.Kes.mengapresiasi program Homecare yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, program jemput bola ini dinilai sebagai langkah nyata dalam memberikan keadilan sosial dalam akses layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

Akademisi senior Sasmiyanto ini juga menyampaikan, bahwa kesehatan merupakan kebutuhan mendasar yang beririsan langsung dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keberadaan program UHC (Universal Health Coverage) berbasis KTP di Jember sebelumnya telah meningkatkan kesadaran warga untuk berobat. 

Namun, kendala geografis dan biaya transportasi masih menjadi ganjalan bagi warga kurang mampu.

"Secara fasilitas atau biaya perawatan mungkin sudah dijamin. Tapi kendalanya, masyarakat di daerah pinggiran sering kali kesulitan biaya transportasi untuk pergi ke FKTP (Faskes Tingkat Pertama) maupun rumah sakit rujukan,” kata Sasmiyanto kepada pers, Selasa (4/8/2026).

“Akhirnya mereka enggan datang dan hanya bertahan dengan pengobatan seadanya," tambahnya.

Hadirnya program Homecare, di mana tenaga kesehatan (nakes) mendatangi langsung rumah-rumah warga. Kata dia, merupakan solusi tepat untuk memangkas hambatan geografis dan ekonomi tersebut.

Program home care andalan Bupati Jember Gus Fawait ini didukung 50 mobil (10 unit baru, 40 alih fungsi kendaraan dinas) yang disebar ke 50 puskesmas serta melibatkan 1.200 tenaga medis.

Sasaran Prioritas yakni warga lanjut usia dengan penyakit kronis, ibu hamil risiko tinggi, penyandang disabilitas, balita stunting, serta warga miskin ekstrem.

Bentuk Layanan yakni Pemeriksaan kesehatan dasar di rumah, pemberian obat-obatan, fasilitas telemedicine untuk konsultasi dokter umum/spesialis, hingga rujukan atau pengantaran gratis ke puskesmas/rumah sakit jika butuh penanganan lanjutan.

"Ini program jemput bola yang sangat baik. Pemerintah daerah hadir secara langsung melayani masyarakat. Terobosan seperti ini belum ada di daerah lain dan Jember menjadi yang pertama," ujarnya.

Dia menambahkan, keterjangkauan nakes hingga ke rumah warga miskin selaras dengan pengamalan sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui program ini, layanan medis berkualitas tak lagi hanya dirasakan kelompok tertentu.

"Sebagai akademisi dan bagian dari masyarakat Jember, kami sangat mendukung. Harapan kami, program Homecare ini bisa terus berjalan secara berkesinambungan ke depannya," paparnya.

“Karena dengan adanya program ini, tidak hanya orang kaya yang bisa memanggil dokter ke rumah. Tapi masyarakat miskin juga akan dikunjungi oleh tenaga kesehatan ke rumahnya (itulah program Homecare),” tandasnya. (ads)

 

Reporter: Moko

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.