03 August 2026

Get In Touch

Wabup Sidoarjo Mimik Tegaskan Keluarga Benteng Utama Cegah Bahaya Narkoba

Deklarasi Sidoarjo Merdeka Tanpa Narkoba, Wabup Mimik Ajak Masyarakat Tak Diam Saja
Deklarasi Sidoarjo Merdeka Tanpa Narkoba, Wabup Mimik Ajak Masyarakat Tak Diam Saja

SIDOARJO (Lentera) – Penyalahgunaan narkoba dapat mengancam siapa saja, termasuk anak-anak dan remaja. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mengajak seluruh masyarakat memperkuat pengawasan di lingkungan keluarga dan berani melaporkan, jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkotika.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana saat menghadiri Deklarasi Sidoarjo Merdeka Tanpa Narkoba yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo di Kantor Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo, Minggu (2/8/2026). 

Kegiatan yang diikuti sekitar 150 anggota komunitas emak-emak itu, turut dihadiri Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo, Kombes Pol. Gatot Soegeng Soesanto.

Wabup Mimik mengatakan, keluarga merupakan benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. 

Menurutnya, kepedulian orang tua terhadap aktivitas anak, komunikasi yang baik di dalam keluarga, serta mengarahkan anak pada kegiatan positif menjadi langkah sederhana namun efektif untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkotika.

“Melalui kegiatan ini menjadi semangat kita semua untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba serta terus hidup sehat, maju, berdaya, dan sejahtera tanpa narkoba,” ujarnya.

Ia menegaskan, ancaman narkoba tidak mengenal usia, status sosial, maupun latar belakang pendidikan. Karena itu, pemberantasannya tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.

“Emak - emak sidoarjo ayo terus dampingi anak-anak dengan penuh perhatian dan kasih sayang, cek gadgetnya, cek siapa temannya,” ucapnya. 

Selain upaya pencegahan, masyarakat juga diminta tidak bersikap acuh apabila menemukan dugaan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.

“Jangan pernah ragu untuk melapor jika melihat tanda-tanda penyalahgunaan narkoba. Diam berarti membiarkan kehancuran terus terjadi. Dengan adanya sinergi yang kuat antara masyarakat, pemerintah, dan aparat, saya yakin Sidoarjo mampu menjadi daerah yang bebas dari narkoba serta menjadi rumah yang aman bagi tumbuh kembang generasi muda,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo, Kombes Pol. Gatot Soegeng Soesanto mengatakan deklarasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika.

“Adanya kepedulian dan keterlibatan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Melalui peran aktif keluarga dan lingkungan sekitar, penyalahgunaan narkotika dapat dideteksi lebih dini sehinggadampaknya dapat dicegah,” jelasnya. 

 

Reporter: Teguh/Editor: Ais 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.