27 July 2026

Get In Touch

Lebih 230.000 Warga Mengungsi Akibat Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol

Helikopter melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan di Prancis. (Anadolu)
Helikopter melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan di Prancis. (Anadolu)

SURABAYA (Lentera) - Gelombang kebakaran hutan yang melanda Prancis dan Spanyol terus meluas, memaksa puluhan ribu orang dievakuasi dan berdampak pada sekitar 230.000 ribu warga. 

Melansir Anadolu Sabtu (25/7/2026), Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengatakan sebanyak 167.000 orang telah dievakuasi akibat kebakaran yang berkobar sejak Rabu di Gironde dan kini bergerak menuju wilayah perkotaan Bordeaux. Sedangkan, di Spanyol dilaporkan kebakaran berdampak pada lebih dari 63.000 orang.

Kebakaran di kedua negara telah menghanguskan lebih dari 123.000 hektare lahan, sementara otoritas mengerahkan ribuan personel, armada udara, dan dukungan militer untuk menahan laju api yang masih sulit dikendalikan.

Di Prancis, hampir 170.000 orang dievakuasi akibat kebakaran hutan yang terus meluas di Departemen Gironde, Prancis barat daya. Kebakaran tersebut telah menghanguskan lebih dari 30.000 hektare lahan dan mendorong pemerintah mengerahkan ribuan personel serta armada udara untuk menahan penyebaran api menuju kawasan perkotaan Bordeaux.

Nunez mengatakan sebanyak 18 armada udara telah dikerahkan, termasuk pesawat Canadair dan Dash. Pemerintah juga secara resmi mengoperasikan pesawat angkut A400M untuk pertama kalinya dalam penanganan kebakaran pada Sabtu sore.

Nunez mengatakan hingga Sabtu, luas lahan yang terbakar di seluruh Prancis telah mencapai hampir 98.000 hektare atau sekitar 242.000 acre seiring meluasnya kebakaran di Gironde. Ia menyebut angka tersebut sebagai "rekor bersejarah."

Sementara itu di Spanyol, kebakaran hutan yang masih berlangsung di Wilayah Otonomi Madrid dan Provinsi Avila telah menghanguskan hampir 25.000 hektare lahan serta berdampak pada lebih dari 63.000 orang. Perdana Menteri Pedro Sanchez memperingatkan situasi kebakaran masih rumit dan penyebaran api belum dapat dipastikan.

Berdasarkan data terbaru Kementerian Dalam Negeri Spanyol, luas lahan yang terbakar di Avila mencapai antara 13.000 hingga 15.000 hektare atau sekitar 32.100–37.000 acre, sementara di Madrid mencapai 9.940 hektare atau sekitar 24.560 acre.

Saat mengunjungi wilayah terdampak, Perdana Menteri Pedro Sanchez mengatakan situasi kebakaran masih sangat kompleks. "Kami belum mengetahui bagaimana arah angin akan berkembang, meskipun suhu telah menurun," ujarnya melansir anadolu. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.