MALANG (Lentera) -Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bakal menggelar uji coba fungsional jalan tembus Soekarno Hatta (Soehat)-Candi Panggung mulai Senin (27/7/2026). Uji coba yang berlangsung selama 10 hari itu ditargetkan mampu mengurai kemacetan di ruas Jalan Candi Panggung hingga simpang 5 Tunggulwulung yang selama ini memiliki tingkat kejenuhan lalu lintas tinggi.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, berdasarkan hasil analisisnya, tingkat kejenuhan lalu lintas di ruas Jalan Candi Panggung hingga simpang Tunggulwulung sudah mendekati angka 1 atau berada pada level pelayanan E, yang menunjukkan kondisi lalu lintas sudah buruk.
"Kalau berdasarkan analisis kami, tingkat kejenuhan di Jalan Candi Panggung sampai ke perliman Tunggulwulung itu mendekati 1, sekitar 0,9 sekian. Kalau 0,9 itu level E, artinya sudah buruk," ujar Widjaja, ditemui di Gedung Malang Creative Center (MCC), Sabtu (25/7/2026).
Karena itu, Dishub memandang pemanfaatan jalan tembus Soekarno Hatta-Candi Panggung menjadi solusi yang paling tepat. Selain telah masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), keberadaan jalan tersebut juga dinilai menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses lalu lintas yang lebih lancar.
"Ini juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan kelancaran arus lalu lintas," katanya.
Selama masa uji coba, keberhasilan jalan tembus tersebut akan diukur dari kemampuannya mengurangi kepadatan kendaraan, khususnya di Jalan Candi Panggung yang selama ini menjadi titik kemacetan dari arah Jalan Soekarno Hatta.
"Parameter utamanya adalah apakah bisa mengurangi tingkat kepadatan di Jalan Candi Panggung, terutama dari arah Soekarno Hatta," jelasnya.
Dalam uji coba ini, masyarakat sudah dapat melintasi jalan tembus melalui akses portal Perumahan Griyashanta. Pria yang akrab dengan sapaan Jaya ini menegaskan, jalan tersebut merupakan fasilitas umum milik Pemerintah Kota Malang sehingga dapat digunakan oleh seluruh pengguna jalan.
Namun demikian, operasional jalan tembus selama masa uji coba dibatasi mulai pukul 05.00 hingga 21.00 WIB setiap hari. Selain itu, kendaraan bertonase besar tidak diperkenankan melintas demi menjaga fungsi dan keamanan jalan.
Dishub merencanakan uji coba berlangsung selama 10 hari. Selama periode tersebut, petugas akan melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar.
Menanggapi kemungkinan adanya penutupan kembali portal Griyashanta seperti yang sempat terjadi sebelumnya, Jaya menegaskan akses tersebut harus tetap dibuka selama masa uji coba.
Ditambahkannya, pengamanan dan pengawasan di lokasi tidak hanya melibatkan personel Dishub, tetapi juga didukung unsur terkait lainnya agar pelaksanaan uji coba dapat berlangsung sesuai rencana.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH





.jpg)
