24 July 2026

Get In Touch

Minat ke Madrasah Meningkat, Kemenag Trenggalek Sebut Orang Tua Ingin Bekali Anak dengan Pendidikan Agama

Kepala Kemenag Trenggalek Mohammad Nur Ibadi (kiri) menjelaskan fenomena meningkatnya minat masyarakat menyekolahkan anak ke madrasah. Menurutnya, penguatan pendidikan agama di era digital menjadi salah satu alasan utama orang tua memilih MI dan jenjang ma
Kepala Kemenag Trenggalek Mohammad Nur Ibadi (kiri) menjelaskan fenomena meningkatnya minat masyarakat menyekolahkan anak ke madrasah. Menurutnya, penguatan pendidikan agama di era digital menjadi salah satu alasan utama orang tua memilih MI dan jenjang ma

TRENGGALEK (Lentera) – Meningkatnya minat masyarakat menyekolahkan anak ke Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan jenjang madrasah lainnya dinilai sebagai dampak perubahan pola pikir orang tua di era digital. Di tengah derasnya arus informasi, pendidikan agama dianggap menjadi bekal penting sehingga madrasah semakin mendapat kepercayaan masyarakat, sementara sebagian sekolah dasar negeri mengalami penurunan jumlah peserta didik.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Trenggalek, Mohammad Nur Ibadi, mengatakan fenomena tersebut tidak lepas dari perubahan ekosistem kehidupan masyarakat yang kini serba digital. Menurutnya, orang tua semakin sadar pentingnya memberikan pondasi agama kepada anak sejak dini.

"Orang tua sekarang hidup di ekosistem digital yang tidak lagi dibatasi ruang, waktu, maupun tempat. Informasi sangat mudah diakses, sehingga banyak yang merasa anak perlu dibekali pendidikan agama yang kuat. Madrasah menjadi salah satu pilihan karena memiliki kekuatan pada aspek itu," ujar Ibadi, Kamis (23/7/2026).

Ia menjelaskan, madrasah memiliki karakteristik yang membedakannya dengan satuan pendidikan formal lainnya. Selain mengajarkan mata pelajaran umum, madrasah juga memberikan penguatan pendidikan agama melalui pembelajaran Al-Qur'an, fikih, dan pemahaman nilai-nilai keislaman.

"Madrasah memiliki ciri khas pada penguatan tafaqquh fiddin. Orang tua merasa lebih aman karena anak-anak mendapatkan bekal agama yang dapat menjadi pegangan dalam menghadapi perkembangan zaman," katanya.

Menurut Ibadi, kepercayaan masyarakat terhadap madrasah merupakan bentuk pengakuan atas peran lembaga pendidikan tersebut dalam membangun karakter peserta didik. Karena itu, Kemenag terus mendorong madrasah agar tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

"Kami terus mengajak seluruh madrasah untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan era digital melalui program digitalisasi madrasah. Pendidikan agama harus tetap berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi," ungkapnya.

Sementara itu, terkait aturan jumlah rombongan belajar (rombel), Ibadi menegaskan tidak ada perbedaan antara madrasah dan sekolah umum. Seluruh ketentuan tetap mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan pemerintah.

"Ketentuan rombongan belajar di madrasah sama dengan sekolah umum. Semuanya mengikuti aturan yang berlaku," tandasnya.

Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.