24 July 2026

Get In Touch

Atasi Mismatch Magang, Brida Surabaya Hadirkan Platform BRIGHT Berbasis Web

Mahasiswa saat mencoba platform digital BRIGHT.
Mahasiswa saat mencoba platform digital BRIGHT.

SURABAYA (Lentera)– Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) meluncurkan platform digital BRIGHT (Brida Research, Internship Growth and Holistic Training) untuk menjawab persoalan ketidaksesuaian atau mismatch antara kompetensi mahasiswa dengan tempat magang. 

Platform berbasis web ini dirancang untuk mempertemukan kebutuhan perangkat daerah (PD) dengan kualifikasi mahasiswa secara lebih tepat sasaran.

Kepala Brida Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengatakan BRIGHT hadir sebagai solusi atas persoalan yang selama ini dialami mahasiswa, perguruan tinggi, maupun perangkat daerah dalam pelaksanaan program magang.

"Selama ini mencari tempat magang itu tidak mudah. Kadang saat anak magang, terjadi ketidakmerataan. Ada yang sesuai keilmuannya, tapi ada juga yang jurusannya beda jauh dengan fungsi tempat magang. Akhirnya mahasiswa terpaksa mengerjakan hal di luar ilmunya, dapat konversi SKS, tapi ilmunya tidak dapat," ujar Agus, Kamis (23/7/2026).

Ia menjelaskan, persoalan tersebut juga dirasakan oleh perangkat daerah. Tidak sedikit dinas yang menerima mahasiswa dengan latar belakang keilmuan yang tidak sesuai dengan kebutuhan teknis, sehingga kuota magang menjadi kurang optimal. Di sisi lain, pihak kampus juga mengalami kesulitan dalam memantau efektivitas pelaksanaan magang mahasiswanya.

Melalui BRIGHT, proses rekrutmen magang di lingkungan Pemkot Surabaya kini dilakukan secara lebih transparan dan terstruktur. Setiap perangkat daerah dapat menampilkan kebutuhan kuota, posisi yang tersedia, hingga kualifikasi yang dibutuhkan sehingga mahasiswa dapat memilih lokasi magang sesuai kompetensinya.

"Dalam sistem yang kami buat, setiap posisi dilengkapi dengan rincian tugas yang jelas, seperti pemetaan wilayah, manajemen data, atau analisis administrasi. Sehingga mahasiswa dapat memilih perangkat daerah yang relevan dan melamar sesuai kompetensinya," jelas Agus.

Selain mempermudah pencocokan antara mahasiswa dan perangkat daerah, BRIGHT juga menyederhanakan proses administrasi. Seluruh persyaratan, termasuk surat pengantar dari perguruan tinggi, dapat diunggah langsung melalui portal tanpa harus melalui proses birokrasi secara manual.

Agus menyebut, meski baru diluncurkan, BRIGHT telah menunjukkan hasil yang positif. Hingga saat ini, platform tersebut telah menampung sekitar 500 hingga 600 pelamar dari berbagai perguruan tinggi yang mendaftar untuk magang di perangkat daerah di lingkungan Pemkot Surabaya.

"Khusus di kantor Brida sendiri, saat ini telah menampung sekitar 38 hingga 39 mahasiswa magang yang disebar secara proporsional ke berbagai divisi riset dan inovasi," katanya.

Ke depan, Brida akan mengembangkan platform tersebut melalui BRIGHT 2.0 agar cakupan lokasi magang semakin luas. Tidak hanya di organisasi perangkat daerah tingkat kota, tetapi juga hingga tingkat kelurahan serta berbagai komunitas masyarakat.

"Ke depannya, kami ingin cakupan tempat magang tidak hanya terbatas pada kantor dinas atau perangkat daerah tingkat kota, melainkan hingga level kelurahan dan komunitas masyarakat lokal seperti paguyuban seni, kelompok usaha warga, dan kegiatan kewargaan lainnya," pungkas Agus. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.