18 July 2026

Get In Touch

Prabowo Klaim Swasembada Pangan Tercapai, Kini Fokus Swasembada Energi dan Air Bersih

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pelaksanaan Panen Raya dalam rangka TNI Mendukung program Ketahanan Pangan Nasional, kawasan pertanian tebu Lanud Abd Saleh, Kabupaten Malang, Jumat (17/7/2026). (foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung pelaksanaan Panen Raya dalam rangka TNI Mendukung program Ketahanan Pangan Nasional, kawasan pertanian tebu Lanud Abd Saleh, Kabupaten Malang, Jumat (17/7/2026). (foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

MALANG (Lentera) - Presiden Prabowo Subianto mengklaim target swasembada pangan nasional telah berhasil dicapai, pemerintah kini mengalihkan fokus pada upaya mewujudkan swasembada energi dan swasembada air sebagai langkah lanjutan memperkuat kemandirian Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya TNI dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh (Abd Saleh), Kabupaten Malang, Jumat (17/7/2026).

"Target kita swasembada pangan sudah kita capai. Sekarang swasembada energi yang kita tuju, kemudian swasembada air juga sedang kita rintis sehingga semua rakyat punya akses kepada air bersih," ujar Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkapkan pemerintah akan mempercepat program peremajaan perkebunan tebu, setelah menerima laporan dari Menteri Pertanian bahwa selama 13 tahun belum pernah dilakukan peremajaan secara menyeluruh.

Awalnya, program tersebut ditargetkan mencakup 100 ribu hektare lahan per tahun dan diselesaikan dalam 4 tahun. Namun, menurut Prabowo, Menteri Pertanian optimistis target tersebut dapat dirampungkan hanya dalam waktu dua tahun.

"Saya bilang bagus, tetapi jangan masuk rumah sakit. Negara dan bangsa masih butuh anda. Menteri, jenderal, jangan ambruk," ucapnya disambut tawa peserta di kegiatan tersebut.

Prabowo menilai, percepatan pembangunan harus tetap diimbangi dengan menjaga kondisi kesehatan para pejabat yang menjalankan program-program strategis pemerintah.

Dalam kesempatan ini, Prabowo juga menegaskan, TNI dan Polri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat. Menurutnya, keberadaan aparat tidak hanya terbatas pada fungsi pertahanan dan keamanan, tetapi juga harus ikut menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Prabowo pun meminta, masyarakat tidak lagi mempertanyakan keterlibatan TNI maupun Polri dalam mendampingi petani, nelayan, maupun berbagai program pembangunan.

"Karena pemerintah yang saya pimpin bertekad menggapai sasaran yang tertinggi dalam waktu yang secepat-cepatnya," tutur Prabowo.

Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan keterlibatan TNI dalam program ketahanan pangan merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.

Melalui pendampingan terpadu, setiap matra TNI mendapat penugasan pada komoditas yang berbeda. "TNI Angkatan Udara pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai, dan TNI Angkatan Darat pada komoditas padi," ujar Agus.

Pada sektor tebu, TNI AU bersama PT Sinergi Gula Nusantara, pihak swasta, dan asosiasi petani mendampingi lahan seluas 236.048 hektare pada musim panen 2026. Lahan tersebut diproyeksikan menghasilkan 18,386 juta ton tebu, setara 1,36 juta ton gula, atau sekitar 45,05 persen dari target produksi gula nasional tahun 2026.

Sementara di kawasan Lanud Abd Saleh, yang menjadi lokasi panen raya bersama Presiden, luas lahan siap panen mencapai 800,5 hektare dengan estimasi produksi 72.045 ton tebu.

Di sektor kedelai, TNI AL mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan total produksi 3.676 ton yang tersebar di enam wilayah. Hingga Juni 2026, pembukaan lahan baru juga telah mencapai 3.110 hektare di tujuh wilayah sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor kedelai.

Sedangkan pada sektor padi, TNI AD mendampingi panen seluas 479.679 hektare selama Juni 2026.

"Secara kumulatif, luas panen Januari hingga Juni 2026 mencapai 6,26 juta hektare dengan total produksi 19,2 juta ton beras, atau berkontribusi sekitar 55,24 persen terhadap target produksi beras nasional tahun 2026," ungkap Agus.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.