15 July 2026

Get In Touch

Sebanyak 28 SD Negeri Kota Malang Kekurangan Murid, Pendaftaran Masih Dibuka

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana. (Santi/Lentera)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Sebanyak 28 sekolah dasar (SD) negeri di Kota Malang hingga kini masih belum memenuhi kuota penerimaan peserta didik baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Kondisi tersebut membuat masing-masing sekolah masih membuka pendaftaran siswa baru secara offline hingga jumlah peserta didik yang ditetapkan terpenuhi.

"Dari 195 sekolah, masih ada 28 yang kekurangan murid baru. Sehingga mereka masih bisa membuka penerimaan atau pendaftaran siswa baru secara offline. Sehingga bagi siswa luar Kota Malang juga bisa mendaftar di SD negeri Kota Malang," ujar Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, fenomena berkurangnya jumlah peserta didik baru tidak semata-mata disebabkan banyaknya masyarakat yang memilih sekolah swasta. Ia menilai, salah satu faktor utama adalah menurunnya jumlah anak usia sekolah dasar.

"Keberhasilan program KB menurut saya menjadi salah satu penyebabnya. Karena sekarang jumlah anak usia sekolah juga sudah berkurang. Kalau hanya karena swasta saja tidak, sebab sekolah swasta favorit paling maksimal sekitar seribuan siswa. Selebihnya masyarakat masih banyak yang memilih sekolah negeri," jelasnya.

Meski sebagian SD negeri masih kekurangan siswa, Suwarjana memastikan tidak ada sekolah yang hanya memperoleh satu atau dua peserta didik baru pada tahun ajaran ini. "Ada yang paling sedikit sekitar enam siswa. Kalau satu atau dua siswa tidak ada," ungkapnya.

Pendaftaran offline, lanjut Suwarjana, akan terus dibuka hingga kuota di masing-masing sekolah terpenuhi. "Sampai terpenuhi," tegasnya.

Salah satu sekolah yang masih membuka pendaftaran adalah SD Negeri Tulusrejo 4 Kota Malang.

Kepala SDN Tulusrejo 4, Purnomo, mengatakan pada tahun ajaran baru ini sekolahnya menerima 6 siswa baru di kelas 1. Selain itu terdapat 2 siswa pindahan yang masuk ke kelas 2 dan kelas 4. Jumlah murid baru tersebut, menurutnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya memperoleh 2 peserta didik baru.

Karena kuota belum terpenuhi, Purnomo mengatakan, pihak sekolah masih menerima pendaftaran secara offline. "Pada intinya selama kuota belum terpenuhi kami akan menampungnya," ujar Purnomo, dikonfirmasi melalui pesan singkat, Selasa (14/7/2026).

Lebih lanjut, Purnomo juga menyebutkan terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi minimnya jumlah pendaftar di sekolahnya. Menurutnya, jumlah anak usia masuk SD di lingkungan sekitar SDN Tulusrejo 4 memang relatif sedikit. Selain itu, lokasi sekolah yang berdekatan dengan SD Negeri Tulusrejo 1 turut memengaruhi persebaran calon peserta didik.

Pihaknya juga menilai pemerataan jumlah rombongan belajar (rombel) antar sekolah negeri dapat menjadi salah satu solusi agar distribusi siswa lebih seimbang. "Menurut saya, jika ada pemerataan jumlah rombel mungkin akan berdampak kepada sekolah negeri yang kekurangan murid," jelasnya.

Selain itu, ia menilai sekolah berbasis agama kini semakin diminati masyarakat. "Belum ada SD negeri berbasis agama, sedangkan banyak SD swasta di bawah naungan Kemendikdasmen yang berbasis agama," katanya.

Untuk meningkatkan minat masyarakat, SDN Tulusrejo 4 mulai melakukan berbagai pembenahan sejak Purnomo ditugaskan memimpin sekolah tersebut pada awal 2025.

Ia mengatakan sebelumnya sekolah belum memiliki media informasi resmi. Kini sekolah telah memiliki situs web dan media sosial sebagai sarana publikasi berbagai kegiatan maupun prestasi sekolah. Selain memperkuat publikasi digital, pihaknya juga mengandalkan berbagai program unggulan, salah satunya ekstrakurikuler hoki yang telah meraih berbagai prestasi.

Pihak sekolah juga aktif melakukan sosialisasi secara langsung ke sejumlah taman kanak-kanak (TK) di sekitar wilayah sekolah serta membangun komunikasi dengan masyarakat sekitar sebagai upaya meningkatkan jumlah pendaftar pada tahun-tahun berikutnya.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.