12 July 2026

Get In Touch

Tak Hanya Jaga Keamanan, Ribuan Linmas Kota Malang Kini Mampu Tangani Kondisi Darurat

Kepala Satpol PP Kota Malang, Heru Mulyono. (Santi/Lentera)
Kepala Satpol PP Kota Malang, Heru Mulyono. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Ribuan personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Kota Malang tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, kini juga dibekali kemampuan menangani berbagai kondisi darurat.

Mulai dari memberikan pertolongan awal kepada warga yang mengalami serangan jantung, hingga membantu pemadaman kebakaran.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang, Heru Mulyono mengatakan penguatan kapasitas tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 26 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat.

"Kalau mengacu pada Permendagri Nomor 26 Tahun 2020, tugas Linmas sudah terbagi dalam beberapa regu. Ada regu deteksi dini, regu pengamanan atau membantu pengamanan kegiatan masyarakat, regu kebencanaan, hingga regu dapur umum," ujar Heru, Sabtu (11/7/2026).

Ditegaskannya, orientasi kerja Satpol PP maupun Linmas saat ini juga terus mengalami perubahan. Pendekatan yang sebelumnya lebih identik dengan penegakan kini diarahkan pada pelayanan kepada masyarakat.

Heru menjelaskan, arahan dari Kementerian Dalam Negeri juga menekankan agar personel Linmas memiliki kemampuan dasar dalam memberikan bantuan ketika terjadi situasi darurat di lingkungan masyarakat.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah memberikan berbagai pelatihan kepada personel Linmas sesuai dengan pembagian regunya masing-masing.

"Kami sudah melatih regu-regu tersebut bagaimana membantu jika terjadi kecelakaan, menangani kondisi kedaruratan, mendirikan tenda darurat, sampai menyiapkan dapur umum apabila sewaktu-waktu terjadi bencana," jelasnya.

Meski demikian, Heru mengakui, kemampuan setiap personel Linmas masih beragam. Hal itu dipengaruhi oleh pengalaman dan masa pengabdian masing-masing anggota.

Lebih lanjut, saat ini menurutnya jumlah personel Linmas di Kota Malang mencapai 4.316 orang, menyesuaikan dengan jumlah Rukun Tetangga (RT) yang ada. Dari jumlah tersebut, sekitar 600 orang merupakan anggota baru.

Sementara itu, anggota yang telah memiliki pengalaman dan dinilai menguasai berbagai pelatihan kedaruratan diperkirakan mencapai sekitar 1.000 personel.

"Mereka yang sudah lama pada dasarnya mampu menjalankan berbagai peran ketika bertugas. Selain sebagai Linmas, mereka juga bisa berperan sebagai bagian dari Kelurahan Tangguh maupun relawan saat terjadi kondisi darurat," terang Heru.

Di tengah meningkatnya tanggung jawab Linmas, Heru memastikan, Pemkot Malang telah memberikan perlindungan bagi seluruh personelnya.

Ditegaskannya, seluruh anggota Linmas telah didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, perlindungan layanan kesehatan juga telah terjamin karena Kota Malang telah menerapkan Universal Health Coverage (UHC).

"Semua Linmas sudah diikutkan BPJS Ketenagakerjaan. Untuk jaminan kesehatan otomatis juga sudah karena Kota Malang sudah UHC," pungkasnya.


Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.