10 July 2026

Get In Touch

Sekolah Rakyat Jember Juli Ini Rampung, Fasilitas Lengkap Tampung Siswa Keluarga Miskin dari SD hingga SMA

Bupati Jember Gus Fawait bersama Kememterian PUPR serta dinas saat meninjau finalisasi pengerjaan Sekolah Rakyat Jember di Kecamatan Ajung komplek Stadion JSG.
Bupati Jember Gus Fawait bersama Kememterian PUPR serta dinas saat meninjau finalisasi pengerjaan Sekolah Rakyat Jember di Kecamatan Ajung komplek Stadion JSG.

JEMBER (Lentera) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyambut baik pembangunan proyek monumental Sekolah Rakyat (SR) yang diinisiasi oleh pemerintah pusat. Lembaga pendidikan ini digadang-gadang akan menjadi salah satu sekolah dengan fasilitas paling megah dan terlengkap, yang didedikasikan khusus bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu.

​Bupati Jember, Gus Fawait menyampaikan rasa haru dan apresiasinya yang mendalam saat meninjau langsung progres pembangunan fasilitas pendidikan tersebut, Kamis (9/7/2026). Dia menilai, kehadiran sekolah ini merupakan bukti konkret keberpihakan negara terhadap pengentasan kemiskinan ekstrem.

​"Hari ini di Jember dibangun sebuah sekolah yang sangat megah, bahkan mungkin bisa dikatakan paling megah dan terlengkap. Mulai asrama yang representatif, gedung bertaraf tinggi, dua lapangan basket, hingga lapangan sepak bola yang sesuai dengan standar FIFA," ujar Gus Fawait dengan nada bangga.

​Gus Fawait menegaskan, bahwa seluruh fasilitas premium ini tidak diperuntukkan bagi kalangan elite. Namun, dikhususkan bagi anak-anak yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem atau berada pada kelompok Desil 1 dan Desil 2.

​Menurut Gus Fawait, langkah taktis yang diambil oleh Presiden Prabowo ini bukan sekadar wacana, melainkan sebuah ikhtiar nyata untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan berkualitas tinggi. Dia menyamakan konsep sekolah ini dengan kualitas sekolah unggulan nasional seperti Taruna Nusantara, namun kali ini difokuskan untuk masyarakat tidak mampu.

​Sekolah Rakyat yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA ini menawarkan konsep pembiayaan yang sepenuhnya ditanggung oleh negara. Beberapa program unggulan yang disediakan di antaranya fasilitas penunjang belajar berupa satu laptop untuk satu anak, konsumsi gratis berupa makan tiga kali sehari ditambah dua kali makanan ringan (snack), pemberian seragam dan seluruh perlengkapan sekolah secara cuma-cuma, hingga program renovasi rumah bagi orang tua murid yang memiliki hunian tidak layak huni.

​Menyikapi program besar ini, Gus Fawait menyatakan, bahwa jajaran Pemkab Jember siap bersinergi penuh dengan Kementerian Sosial, Kementerian PUPR, serta pihak terkait lainnya demi menyukseskan operasional sekolah yang ditargetkan selesai pada akhir Juli ini.

​Gus Fawait juga memberikan instruksi keras, kepada seluruh jajaran camat dan lurah di Kabupaten Jember untuk menyisir wilayah mereka masing-masing. 

Gus Fawait juga menegaskan, tidak boleh ada lagi anak di Jember yang putus sekolah atau tidak bisa mengenyam pendidikan karena terkendala faktor ekonomi.​

"Saya sudah perintahkan camat dan lurah untuk memastikan hal ini. Jika nanti masih ditemukan ada anak yang tidak bisa sekolah karena masalah biaya, maka orang pertama yang akan saya salahkan adalah camat dan lurahnya," tandasnya. (ads)

 

Reporter: Moko

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.