08 July 2026

Get In Touch

KONI Jatim: Atlet Petanque Harus Sering Bertanding, Bukan hanya Latihan

Ketua KONI Jawa Timur, M. Nabil, melempar bola dalam pembukaan turnamen petanque yang digagas Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia.(dok)
Ketua KONI Jawa Timur, M. Nabil, melempar bola dalam pembukaan turnamen petanque yang digagas Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia.(dok)

SURABAYA (Lentera)– Frekuensi pertandingan dinilai menjadi kunci penting untuk mengangkat prestasi atlet petanque. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pun mendorong cabang olahraga ini untuk memperbanyak ajang kompetisi. Langkah tersebut sekaligus sebagai persiapan menghadapi SEA Games 2027 di Malaysia serta PON XXII Tahun 2028.
 
Pesan tersebut disampaikan Ketua KONI Jawa Timur, M. Nabil, dalam pembukaan turnamen petanque yang digagas Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi rangkaian peringatan Dies Natalis ke-62 Unesa dan perayaan Bastille Day.
 
M. Nabil menegaskan kemampuan atlet tidak cukup hanya ditempa lewat latihan rutin. Jam terbang yang luas di berbagai pertandingan dibutuhkan untuk mengasah kemampuan teknis, mental, serta kemampuan beradaptasi.
 
“Semakin sering bertanding, insting dan kekuatan mental atlet akan semakin teruji. Jangan sampai waktu latihan justru jauh lebih banyak dibandingkan kesempatan bertanding,” ujar Nabil, Selasa (7/7/2026).

Untuk diketahui, Petanque adalah olahraga tradisional asal Prancis di mana pemain melempar bola besi (boule) sedekat mungkin ke bola kayu kecil (cochonnet) di lapangan berukuran 4 × 15 meter.
 
Ia menyarankan agar terselenggara minimal empat kejuaraan tingkat nasional maupun provinsi setiap tahun, guna menjadi sarana pengukuran sekaligus peningkatan kualitas permainan.
 
Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan turnamen yang melibatkan peserta dari 10 provinsi serta berbagai daerah se-Jawa Timur ini. Kerja sama lintas pihak dinilai sangat mendukung penguatan sistem pembinaan atlet nasional.
 
“Petanque telah menunjukkan tren positif di kancah internasional. Hal ini harus dijaga lewat pembinaan berkelanjutan dan kompetisi rutin. Kami berharap capaian di SEA Games hingga PON nanti mampu melampaui prestasi sebelumnya,” ujar Marciano.
 
Senada dengan hal itu, Direktur Institut Français d’Indonésie (IFI) Surabaya, Vincent Padaré, mengapresiasi antusiasme dan perkembangan kualitas atlet Indonesia. Ia melihat semangat yang tinggi serta potensi besar yang dimiliki para atlet muda.
 
“Kualitas permainan terus meningkat pesat. Kami sangat optimis Indonesia akan meraih hasil-hasil gemilang di kancah internasional ke depannya,” tandas Vincent.(adv)

Reporter: Teguh|Editor:Arifin  BH

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.