07 July 2026

Get In Touch

Menaker Sebut TikTok-Tokopedia Lakukan Penataan Internal Bukan PHK

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli usai Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026). (foto:ist/Ant)
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli usai Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026). (foto:ist/Ant)

JAKARTA (Lentera) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mengatakan perusahaan teknologi/platform digital TikTok-Tokopedia Group tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), melainkan penataan sumber daya manusia (SDM) secara internal.

“Presiden Direktur dari (TikTok) Tokopedia kan sudah meluruskan bahwa yang dilakukan saat ini bukan PHK, dalam artian sepihak karena ada kondisi industri. Tapi adalah mereka sedang melakukan pembenahan, istilahnya talent mobility, di internal mereka,” kata Yassierli usai Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta melansir Antara, Senin (6/7/2026).

Ia mengatakan, saat ini perusahaan itu juga tengah membuka lowongan pekerjaan baru untuk kurang lebih 100 orang.

“Tiktok sendiri kan membuka lowongan pekerjaan baru di sekitar 100 orang, ya. Jadi itu tadi sudah clear,” ujar Menaker.

Terpisah, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pihaknya pun telah memanggil perwakilan perusahaan itu, baik yang ada di Indonesia maupun dari China.

Menurut Sufmi Dasco, isu PHK sebanyak 1.200 pekerja lebih itu tidak benar. Setelah melakukan pertemuan bersama pihak perusahaan dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), tercatat bahwa ada sekitar 200 orang yang telah mengambil kompensasi dalam pembenahan tersebut.

Namun, dia pun belum mengetahui jumlah secara rinci pekerja yang terkena dampak dinamika internal perusahaan itu.

Sementara itu, President Director PT Tokopedia, Stephanie Susilo membantah adanya PHK secara massal terhadap para pekerjanya di Indonesia.

Dalam proses penataan itu, menurutnya, ada sejumlah pekerjanya yang sudah memilih untuk mengambil paket kompensasi dan bekerja di tempat lain.

Selain itu, kata Stephanie, ada juga pekerja yang disalurkan ke lingkungan perusahaan lain di bawah naungan grup bisnis TikTok-Tokopedia.

"Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia," kata Stephanie.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.