27 June 2026

Get In Touch

Piala Soeratin Trenggalek Diwarnai Polemik Aplikasi SIAP, Data Pemain Berubah dan Askab Akui Kesalahan

Pertandingan Piala Soeratin 2026 kategori usia dini berlangsung di Stadion Menak Sopal, Trenggalek. Turnamen yang kembali digelar tahun ini diwarnai sorotan terkait pengelolaan Aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi PSSI (SIAP) serta evaluasi pembinaan
Pertandingan Piala Soeratin 2026 kategori usia dini berlangsung di Stadion Menak Sopal, Trenggalek. Turnamen yang kembali digelar tahun ini diwarnai sorotan terkait pengelolaan Aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi PSSI (SIAP) serta evaluasi pembinaan

TRENGGALEK (Lentera) – Pelaksanaan Piala Soeratin 2026 di Kabupaten Trenggalek, diwarnai polemik pengelolaan Aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi (SIAP) PSSI.

Pemilik Tim SSB Shrimp Army, Anjar Priadi Putra mengeluhkan perubahan data pemain tanpa sepengetahuan klub, yang berdampak pada keikutsertaan tim di kompetisi. Di sisi lain, Admin Askab PSSI Trenggalek, Bima Wahyu Romadoni mengakui adanya kekeliruan dalam pengelolaan aplikasi, serta berjanji melakukan pembenahan.

Anjar menilai, persoalan tersebut menjadi salah satu penyebab pembinaan sepak bola usia dini di Trenggalek belum berjalan maksimal. Hal itu terlihat dari minimnya jumlah peserta Piala Soeratin tahun ini, meski terdapat sekitar 20 hingga 25 Sekolah Sepak Bola (SSB) yang aktif di Trenggalek.

"Dari sekitar 20 sampai 25 SSB yang ada, hanya lima tim U-15 dan delapan tim U-13 yang mengikuti Piala Soeratin. Ini menjadi evaluasi besar, karena tingkat partisipasinya masih sangat rendah," ujar Anjar, Jumat (26/6/2026).

Ia mengungkapkan, Shrimp Army hanya mampu mengikuti kategori U-13. Padahal, pembinaan pemain telah dilakukan sejak 2023 dan seharusnya tim tersebut bisa menurunkan skuad U-15.

Menurutnya, kendala muncul setelah sejumlah pemain Shrimp Army tidak lagi tercatat dalam database aplikasi SIAP, tanpa pemberitahuan kepada klub.

"Beberapa pemain kami dikeluarkan dari database SIAP tanpa sepengetahuan maupun koordinasi dengan kami. Akibatnya, pemain yang seharusnya membela Shrimp Army justru terdaftar di tim lain," keluhnya.

Anjar mengaku, telah meminta penjelasan kepada Askab sejak 7 Mei 2025. Namun, hingga kini belum memperoleh penjelasan resmi, terkait perubahan data tersebut.

"Padahal persoalan ini sangat berpengaruh terhadap pembinaan pemain," tegasnya.

Selain itu, ia berharap, Askab tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga meningkatkan pendampingan kepada SSB, termasuk memberikan edukasi mengenai pengelolaan aplikasi SIAP.

"Yang kami butuhkan bukan hanya bantuan perlengkapan, tetapi pendampingan dan edukasi agar setiap SSB mampu mengelola aplikasi SIAP secara mandiri," ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Admin Askab PSSI Trenggalek, Bima Wahyu Romadoni mengakui dirinya telah melakukan kesalahan, karena ikut mengelola akun milik tim termasuk dalam proses perpindahan data pemain.

"Saya mengakui itu kesalahan pribadi saya sebagai admin. Saya ikut mencampuri hak tim dalam aplikasi SIAP, termasuk terkait perpindahan pemain. Ke depan hal seperti itu tidak akan kami lakukan lagi," kata Bima.

Ia juga menyampaikan, permohonan maaf kepada Shrimp Army dan memastikan Askab akan menyerahkan sepenuhnya pengelolaan akun SIAP kepada masing-masing tim.

"Secara pribadi maupun organisasi saya akan meminta maaf kepada Shrimp Army karena telah ikut campur terhadap hak mereka dalam mengelola aplikasi SIAP," ucapnya.

 Bima menjelaskan, pada awal penerapan aplikasi SIAP hanya enam tim di Trenggalek yang siap menggunakan sistem tersebut. Karena banyak klub belum memahami pengoperasiannya, pengelolaan akun sempat dipusatkan di Askab.

"Ke depan kami akan menyerahkan pengelolaannya kepada masing-masing tim dan hanya melakukan pendampingan," jelasnya.

 Ia menambahkan, aplikasi SIAP menjadi syarat wajib bagi klub yang ingin mengikuti kompetisi resmi PSSI. Saat ini, baru enam dari sekitar 32 tim anggota Askab PSSI Trenggalek yang telah terdaftar dalam sistem tersebut.

"Kalau tim belum terdaftar di aplikasi SIAP, maka tidak bisa mengikuti kompetisi resmi yang terintegrasi dengan PSSI. Karena itu kami akan terus melakukan sosialisasi dan membuka pengajuan bagi tim-tim lain," pungkasnya.

 

Reporter: Herlambang/Editor: Ais

Share:
Lenterajogja.com.
Lenterajogja.com.